Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Penyakit Menular Seksual di AS Kembali Capai Level Tertinggi

Jumat 11 Okt 2019 12:44 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi dokter.

Ilustrasi dokter.

Foto: thyroidlesslife.com
Tiga penyakit menular seksual di AS dilaporkan capai level tertinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Sebanyak tiga penyakit menular seksual dilaporkan mengalami peningkatan dan mencapai level tertinggi di Amerika Serikat (AS) dalam lima tahun terakhir. Menurut laporan, sejak tahun lalu, telah ditemukan lebih dari 1,7 juta kasus klamidia yang mengartikan tingkat infeksi penyakit ini meningkat sebanyak tiga persen dari 2017.

Sekitar 580 ribu kasus gonore juga dilaporkan di AS. Ini adalah angka tertinggi dari penyakit itu di Negeri Paman Sam sejak 1991, yang mengartikan jumlah kenaikan adalah sebesar lima persen.

Selanjutnya, angka penderita sifilis naik sebesar 15 persen. Saat ini, ada sebanyak 35 ribu kasus dari penyakit menular seksual ini dilaporkan terjadi di AS, menjadi yang terbesar sejak 1991.

Sejumlah ilmuwan mengatakan, terdapat kekhawatiran bahwa faktor penyebab kenaikan penyakit menular seksual di AS adalah akibat resistensi antibiotik. Peningkatan ini juga terjadi bertepatan dengan adanya pemotongan dana kesehatan masyarakat dan penutupan klinik medis yang dilakukan oleh pemerintah negara adidaya itu.

Dilansir Anchoragepress, Alaska menjadi negara bagian di AS dengan jumlah kasus klamidia tertinggi dan kedua untuk gonore. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) merilis laporan itu dan memperlihatkan bahwa peringkat Alaska tidak berubah sejak 2017.

Angka penyakit menular seksual yang tinggi bukanlah berita yang tidak biasa bagi Alaska. Namun, ini tetap menjadi kekhawatiran bagi banyak orang di wilayah itu untuk melakukan tindakan pencegahan secara menyeluruh dan ketat.

Alaska telah berada di peringkat tertinggi diantara negara-negara bagian AS untuk kasus klamidia sejak survei dilakukan pada 1996. Tingkat gonore atau juga disebut sebagai gonococcal infection (GC) di wilayah itu juga secara berturut-turut berada di urutan tertinggi secara nasional, khususnya sejak wabah penyakit ini menyebar di sana pada Oktober 2017.

Pada 2018, Divisi Kesehatan Masyarakat AS mencatat wabah sifilis yang ada di Alaska meningkat pesat, meski peringkatnya masih ada di bawah rata-rata secara nasional. Baru-baru ini, terdapat kasus HIV yang juga dilaporkan terjadi di negara bagian itu.

Sementara itu, CDC menyoroti peningkatan sifilis kongenital, yaitu ketika infeksi ditularkan dari ibu ke janin. Di Alaska, ada peningkatan jumlah kasus sifilis pada perempuan.

Baca Juga

Kaum hawa yang ada di wilayah itu pun diminta untuk segera melakukan skrining sebagai langkah pertama yang penting. Mereka diserukan untuk berkonsultasi dengan dokter jika mereka melihat luka atau ruam atau melihat tanda-tanda yang diduga merupakan infeksi penyakit tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA