Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Lawan Bakteri dan Diabetes dengan Teh Hijau

Selasa 08 Oct 2019 05:27 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nora Azizah

Teh Hijau (Ilustrasi)

Teh Hijau (Ilustrasi)

Foto: Needpix
Teh hijau sarat akan antioksidan dan nutrisi yang penting bagi tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Teh hijau dikenal memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Teh asal Republik Rakyat Tiongkok ini sarat dengan antioksidan dan nutrisi yang memiliki dampak kuat bagi tubuh.

Baca Juga

Bahkan, teh hijau dipercaya dapat meningkatkan fungsi otak, menghilangkan lemak (diet), dan berdampak pada risiko kanker yang lebih rendah.

Seperti dilansir di Healthline, Selasa (8/10), teh hijau dipercaya bisa membunuh bakteri yang meningkatkan kesehatan gigi dan menurunkan risiko infeksi. Katekin yang terkandung dalam teh hijau dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan beberapa virus. Dengan demikian, dapat menurunkan risiko infeksi dan meningkatkan kesehatan gigi, menurunkan risiko karies dan mengurangi bau mulut.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa katekin dapat membunuh bakteri dan menghambat virus seperti virus influenza, yang berpotensi menurunkan risiko infeksi. Streptococcus mutans adalah bakteri berbahaya utama di mulut. Bakteri ini menyebabkan pembentukan plak dan merupakan kontributor utama untuk gigi berlubang dan kerusakan gigi.

Studi menunjukkan, bahwa katekin dalam teh hijau dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Konsumsi teh hijau dikaitkan dengan peningkatan kesehatan gigi dan risiko karies yang lebih rendah. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa teh hijau dapat mengurangi bau mulut.

Teh hijau juga dipercaya dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Beberapa uji coba terkontrol menunjukkan, bahwa teh hijau dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah ringan. Teh hijau juga dikatakan dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 adalah penyakit yang telah mencapai proporsi epidemi dalam beberapa dekade terakhir dan sekarang menimpa sekitar 400 juta orang di seluruh dunia. Penyakit ini melibatkan peningkatan kadar gula darah dalam konteks resistensi insulin atau ketidakmampuan untuk memproduksi insulin. Studi menunjukkan, bahwa teh hijau dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi kadar gula darah.

Satu penelitian yang dilakukan pada orang Jepang menemukan bahwa mereka yang minum teh hijau paling banyak memiliki risiko 42persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2. Menurut ulasan dari 7 penelitian dengan total 286.701 individu, peminum teh hijau memiliki risiko 18persen lebih rendah menjadi diabetes.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA