Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Kenapa Lapar Terus, Ya? Mungkin Ini Penyebabnya

Senin 14 Oct 2019 14:52 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nora Azizah

Makan (Ilustrasi)

Makan (Ilustrasi)

Foto: Pixabay
Ada beberapa penjelasan yang membuat orang merasakan lapar secara berlebihan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasa lapar merupakan isyarat alami dari tubuh. Ketika lapar, seseorang mungkin akan menggeram, sakit kepala, merasa mudah tersinggung, atau tidak dapat berkonsentrasi.

Namun, bagaimana dengan rasa lapar yang terus datang dengan hitungan jam saja? Kebanyakan orang dapat merasa lapar setelah beberapa jam, meskipun ini tidak berlaku untuk semua orang.

Ada beberapa penjelasan terkait hal ini. Beberapa di antaranya termasuk diet yang tidak mengandung protein, lemak, atau serat, serta stres atau dehidrasi yang berlebihan.

Dilansir melalui EcoWatch, Senin (14/10), berikut beberapa penyebab rasa lapar yang berlebihan.

Baca Juga

Kurang protein
Mengkonsumsi protein cukup penting untuk mengendalikan nafsu makan. Protein memiliki sifat mengurangi rasa lapar yang dapat membantu Anda secara otomatis mengonsumsi lebih sedikit kalori di siang hari.

Protein bekerja dengan meningkatkan produksi hormon yang menandakan kepenuhan dan mengurangi tingkat hormon yang merangsang rasa lapar. Karena efek ini, Anda mungkin sering merasa lapar jika Anda tidak makan cukup protein.

Makanan mengandung protein: produk hewani, seperti daging, unggas, ikan, dan telur, mengandung protein dalam jumlah tinggi.

Nutrisi ini juga ditemukan di beberapa produk susu, termasuk susu dan yogurt, serta beberapa makanan nabati seperti kacang-kacangan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan biji-bijian.

 

Kurang tidur
Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan Anda. Diperlukan waktu tidur untuk berfungsinya otak dan sistem kekebalan tubuh dengan benar, dan cukup mendapatkannya terkait dengan risiko yang lebih rendah dari beberapa penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker.

Selain itu, tidur yang cukup merupakan faktor dalam pengendalian nafsu makan, karena membantu mengatur ghrelin, hormon perangsang nafsu makan.  Kurang tidur menyebabkan kadar ghrelin lebih tinggi, itulah sebabnya Anda mungkin merasa lebih lapar ketika kurang tidur.

Tidur yang cukup juga membantu memastikan kadar leptin yang memadai, hormon yang mendorong perasaan kenyang. Untuk menjaga agar tingkat kelaparan tetap terkendali, biasanya disarankan untuk tidur setidaknya 8 jam setiap malam.

Kurang minum air
Hidrasi yang tepat sangat penting untuk kesehatan Anda secara keseluruhan. Minum air yang cukup memiliki beberapa manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan kesehatan otak dan jantung dan mengoptimalkan kinerja olahraga.  Selain itu, air menjaga kulit dan sistem pencernaan Anda tetap sehat.

Air putih juga cukup mengenyangkan dan berpotensi mengurangi nafsu makan saat dikonsumsi sebelum makan. Karena peran air dalam membuat Anda kenyang, Anda mungkin sering merasa lapar jika Anda tidak minum cukup banyak.

Perasaan haus bisa disalahartikan sebagai perasaan lapar. Jika Anda selalu lapar, mungkin perlu minum satu atau dua gelas air untuk mengetahui apakah Anda haus.

Untuk memastikan Anda terhidrasi dengan baik, cukup minum air ketika Anda merasa haus. Makan banyak makanan kaya air, termasuk buah-buahan dan sayuran, juga akan berkontribusi pada kebutuhan hidrasi Anda.

Makan disela waktu sibuk
Jika Anda menjalani gaya hidup yang sibuk, Anda mungkin sering makan sambil menjalani kesibukan. Meskipun itu bisa menghemat waktu Anda, gangguan makan bisa merusak kesehatan Anda.  Ini terkait dengan nafsu makan yang lebih besar, peningkatan asupan kalori, dan penambahan berat badan.

Alasan utama untuk ini adalah karena gangguan saat makan mengurangi kesadaran Anda tentang seberapa banyak yang Anda konsumsi. Ini mencegah Anda mengenali sinyal kekenyangan tubuh Anda seefisien ketika Anda tidak sibuk.

Untuk menghindari gangguan makan, Anda dapat mencoba melatih perhatian, meminimalkan screentime, dan mematikan perangkat elektronik Anda.  Ini akan memungkinkan Anda untuk duduk dan mencicipi makanan Anda, membantu Anda lebih mengenali sinyal kenyang tubuh Anda.

Sering berolahraga
Individu yang sering berolahraga membakar banyak kalori. Ini terutama benar jika Anda secara teratur berpartisipasi dalam latihan intensitas tinggi atau melakukan aktivitas fisik selama jangka waktu lama, seperti dalam pelatihan maraton.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang berolahraga dengan penuh semangat secara teratur cenderung memiliki metabolisme yang lebih cepat. Ini berarti mereka membakar lebih banyak kalori saat istirahat daripada mereka yang berolahraga dengan gaya hidup moderat atau hidup menetap.

Anda dapat mencegah rasa lapar berlebihan dari olahraga hanya dengan makan lebih banyak untuk memicu latihan Anda. Sangat membantu untuk menambah asupan makanan yang tinggi serat, protein, dan lemak sehat.

Solusi lain adalah mengurangi waktu yang Anda habiskan untuk berolahraga atau mengurangi intensitas latihan Anda.

Penting untuk dicatat bahwa hal ini sebagian besar berlaku untuk mereka yang rajin berolahraga dan sering berolahraga dengan intensitas tinggi atau untuk waktu yang lama. Jika Anda berolahraga cukup, Anda mungkin tidak perlu menambah asupan kalori.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA