Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Tak Mudah Menjadi Ayah yang Diidolakan Anak-anaknya

Jumat 11 Oct 2019 10:20 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi sekeluarga mengaji, mengaji sekeluarga, mengaji bersama, ngaji bersama

Ilustrasi sekeluarga mengaji, mengaji sekeluarga, mengaji bersama, ngaji bersama

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Orang tua memainkan peranan penting dalam pembentukan karakter anak-anaknya.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Orang tua memainkan peranan penting dalam pembentukan karakter anak-anaknya. Karena itu, penting untuk mempersiapkan diri untuk menjalani peran sebagai orang tua. 

Dosen di Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor, Ustaz Hasan Basri Tanjung, mengatakan kesadaran akan pentingnya pendidikan calon orang tua harus ditumbuhkan agar keluarga Muslim di masa depan bisa lebih baik. Sebab, menurutnya, salah satu faktor yang menjadi kelemahan keluarga di Indonesia adalah belum adanya pendidikan pra-nikah. Hal itu secara langsung atau tidak dikatakannya berhubungan dengan tingginya kasus perceraian di Indonesia. Di sini, kata dia, Kementerian Agama melalui KUA menjadi lembaga yang otoritatif untuk mengadakan pendidikan pra-nikah tersebut. 

Orang tua dalam Islam memegang peranan penting terhadap akhlak dan agama anak-anaknya. Bahkan di dalam Alquran surat at-Tahrim ayat 6, menurutnya, ditegaskan bahwa orang tua, utamanya ayah, wajib menjaga diri dan keluarganya dari siksa neraka. 

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras; dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS. At-Tahrim:6).

"Artinya, sebelum menjaga keluarga, istri dan anak-anaknya, seorag ayah harus lebih dahulu menyiapkan dirinya dari berbagai aspek agar patut menjadi teladan, pelindung dan pemimpin keluarga," kata Ustaz Tanjung, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Jumat (11/10). 

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw juga bersabda, "Seorang laki-laki adalah pemimpin di dalam keluarganya dan dia bertanggung jawab atas keluarganya." (Muttafaq alaih). Dengan demikian, Ustaz Tanjung mengatakan bahwa seorang ayah atau suami adalah pemimpin bagi istri dan anak-anaknya dan akan diminta pertanggungjawabannya kelak. 

Ia mengatakan, bahwa orang tua yang sukses ialah ketika anaknya mengidolakannya. Dengan demikian, Ustaz Tanjung menekankan agar menjadi orang tua idola. Sebab, dalam penelitian dari DR. BUnyanul Arifin disebutkan, hanya sekitar 30persen anak MAN di Jakarta yang mengidolakan ayahnya.

Dengan demikian, lebih banyak anak yang merasa bahwa ayahnya tidak patut dijadikan idola. Menurut Ustaz Tanjung, hal demikian terjadi lantaran orang tua, terutama ayah, belum memantaskan diri sebagai teladan, baik dalam segi ibadah, akhlak maupun dalam perilaku keseharian. 

"Tidak mudah menjadi ayah yang diidolakan anak-anaknya. Namun belajar dari Nabi Ibrahim as, keteguhan dalam memegang prinsip akidah, ketaatan dalam menjalankan ibadah, adab yang baik kepada orang tua walau seorang musyrik, dan menghargai anaknya Ismail sebagai pribadi dewasa, membuat ia diidolakan dan dipatuhi anak-anaknya," lanjutnya. 

Dalam menjalani peran sebagai orang tua, Ketua Yayasan Dinamika Umat ini mengatakan bahwa setiap orang tua seyogyanya melakukan pendekatan yang baik dan menyayangi anak-anaknya dengan sepenuh hati. Sebab, menurutnya, seorang anak tidak hanya membutuhkan materi, tetapi juga membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan pengawasan.

Ia menekankan pentingnya kedekatan antara orang tua dan anak dan pengawasan yang baik terhadap mereka. Sebab, kata Ustaz Tanjung, tidak sedikit anak di masa kini yang telah terpengaruh dan ketergantungan pada gadget. Sehingga, membuat hubungan dan komunikasi antara keluarga menjadi renggang. Padahal, kedekatan di antara anggota keluarga penting guna membentuk keluarga yang harmonis. 

"Mari kita hangatkan lagi dengan sapa, salam, senyum dan pelukan, jangan sampai anak-anak kita terlepas karena pengaruh media sosial. Bahkan, jika orang tua tidak waspada, boleh jadi anak-anak kita akan terhempas dari pelukan kita. Ketika itu hanya penyesalan dan kelak akan dipertanggungjawabkan," tambahnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA