Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Ortu Diminta Setop Siapkan Bekal Saat Anak 8 Tahun

Senin 14 Oct 2019 12:48 WIB

Rep: Dian Erika N/ Red: Indira Rezkisari

Bekal sekolah anak

Bekal sekolah anak

Foto: flickr
Keterampilan merencanakan bekal sekolah penting untuk perkembangan anak.

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Para orang tua diminta berhenti menyiapkan makan siang anak-anak ketika mereka berusia delapan tahun. Seorang ahli mengatakan hal ini akan membantu anak untuk belajar mandiri.

Seorang dokter anak, Dr Damon Korb, mengatakan kepada para ibu dan ayah bahwa mereka harus berhenti mengemas makan siang untuk anak-anak mereka ketika mereka berusia delapan tahun. Itu akan membantu mengembangkan kemandirian dan keterampilan perencanaan sejak usia dini.

"Jika kita berpikir tentang apa yang kita lakukan ketika kita membuat makan siang, itu membutuhkan perencanaan dan itu memerlukan pemecahan masalah," kata Dr Korb, dari California, sebagaimana dilansir dari Mirror, Senin (14/10).

Dia melanjutkan, anak-anak perlu berpikir dan meyakinkan diri sendiri apakah mereka akan lapar.  Kemudian, anak juga dilatih memikirkan jika tidak cukup membawa bekal bisa bertahan untuk mengatasi rasa lapar di sekolah, atau jika mereka tidak memasukkan bekal makan siang akan membuat ibu marah?.

"Keterampilan perencanaan semacam itu penting untuk dikembangkan pada anak-anak dan tugas sehari-hari seperti membuat makan siang adalah cara Anda melakukannya.
Tujuan kami bukan hanya untuk membantu anak-anak menemukan dua kaus kaki yang cocok atau dapat mengubah pekerjaan rumah mereka tepat waktu... Kami mencoba mengajarkan keterampilan fungsi eksekutif yang mereka butuhkan untuk menjadi pemikir independen ketika mereka bertambah dewasa," jelas Dr Korb.  

Dia mengatakan, pada saat anak berusia 10 tahun, mereka harus bertanggung jawab untuk membuat sarapan dan makan siang mereka sendiri. Serta mengelola pekerjaan sekolah mereka tanpa bimbingan.

Penulis 'Raising An Organized Child' juga mengatakan orang tua perlu membiarkan anak-anak bosan. Rasa bosan lebih baik daripada meraih barang elektronik atau membiarkan mereka menonton TV untuk menenangkan mereka.

"Kenyataannya adalah anak-anak paling baik diajak keluar dengan tongkat dan bola, dan mencoba mencari tahu apa yang harus dilakukan. Belajar bagaimana menjadi kreatif dan belajar bagaimana menjadi imajinatif adalah keterampilan yang kita gunakan untuk membangun kemampuan pemecahan masalah yang akan mereka gunakan di kemudian hari," ungkapnya. 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA