Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

JJ Rizal: Museum Harus 'Instagramable' Agar Menarik

Ahad 13 Okt 2019 16:01 WIB

Red: Fernan Rahadi

Museum

Museum

Foto: VOA
Museum di Indonesia dinilai belum maksimal dalam menarik minat masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap tanggal 12 Oktober diperingati sebagai Hari Museum Nasional Indonesia. Indonesia sebenarnya mempunyai banyak museum, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) saja ada 21 museum, terakhir Museum Batik yang diresmikan pada 2018, belum lagi museum lainnya.

Sayangnya, museum di Indonesia dinilai belum maksimal dalam menarik minat masyarakat, termasuk juga generasi milenial. Tidak seperti museum di luar negeri. 

Menurut Kepala Museum Maritim Indonesia, Tinia Budiati, generasi milenial cenderung menyukai tempat-tempat yang menyuguhkan suasana dan pengalaman baru. "Mereka juga menyukai destinasi yang 'instagramable' atau bisa dipakai untuk narsis dan swafoto," katanya. 

Karenanya perlu program dari pemerintah agar generasi milenial mendatangi museum.

Sejarawan, JJ Rizal mengimbau masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial penting untuk berkunjung ke museum. Melalui museum, banyak khazanah keilmuan dan wawasan sejarah yang dapat dipelajari 

"Kalau mau tahu apa itu prestasi, pergilah ke museum. Sebab di museum disimpan artefak atau benda-benda yang merupakan puncak-puncak pencapaian peradaban dari masa lalu," kata JJ Rizal, Sabtu (12/10). 

Berbagai peninggalan tersebut merupakan warisan luhur agar dijadikan pelajaran bagi tatanan bangsa. Sehingga memiliki pedoman dan rujukan dalam perjalanan hidup ke depan. 

"Sejarah bercerita melalui aneka artefak itu sehingga kita bisa belajar, menarik inspirasi sekaligus menimbang apa yang kita sudah cukup berprestasi dan apa juga telah menjadi generasi yang lebih baik dari generasi lalu," tuturnya. 

Rizal menilai respons milenial terhadap keberadaan museum cukup bagus tetapi tetap perlu didorong. Hal ini salah satunya karena banyak museum yang kondisinya tidak bagus, terutama terkait bagaimana membangun narasi dari artefaknya. "Orientasinya masih jumlah pengunjung bukan nilai yang didengungkan," katanya. 

Ia menambahkan, setiap museum harusnya jadi lokasi yang layak swafoto atau 'instagramable'. Sebab memiliki material dari bangunan sampai koleksi bernilai sejarah yang bagus.  "Tetapi, soalnya apa museum bukan hanya urusan gambar saja terutama sekali cerita, sebab dari sana ada nilai makna," kata pria asli Betawi ini. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA