Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Mengenal Afo, Cengkih Tertua di Dunia

Sabtu 12 Oct 2019 10:26 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari

 Gunung Gamalama rumah bagi tumbuhan cengkih tertua, cengkih afo.

Gunung Gamalama rumah bagi tumbuhan cengkih tertua, cengkih afo.

Cengkih Afo hanya ada di Gunung Gamalama, Maluku Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejak abad ke-15, cengkih dan pala menjadi rempah yang paling banyak diburu karena harganya lebih tinggi bahkan jika dibandingkan dengan emas. Pada masa itu, cengkeh dan pala digunakan sebagai penyedap rasa, masakan, kosmetik hingga obat-obatan.

Ternate, Provinsi Maluku Utara menjadi salah satu kota sumber cengkeh. Bahkan di sana terdapat cengkeh tertua bernama cengkih afo. Menurut pendiri komunitas wisata cengkih afo dan Gamalama, Kris Syamsudin, kini cengkih afo hanya tinggal tiga pohon dan memasuki generasi ketiga.

Tiga pohon cengkih afo tersebut, kata Kris, usianya sudah mencapai ratusan tahun. Pohon pertama menginjak usia 416 tahun, pohon kedua berusia 260 tahunan, dan ketiga 230 tahunan.

“Lokasi cengkih Afo ini hanya ada di gunung Gamalama, Maluku Utara. Untuk menjaga cengkih afo kami mebuat komunitas yang terdiri antara pemerintah daerah dan masyarakat sekitar,” kata Kris saat ditemui di Pekan Pendidikan Nasional, Istora Senayan, kemarin.

Kris menyampaikan, saat ini kawasan gunung Gamalama sudah menjadi kawasan eko wisata sehingga juga memberikan pendapatan lebih kepada masyarakat sekitar. Setidaknya sudah ada 35 ribuan wisatawan yang datang untuk melihat langsung pohon cengkih tertua ini.

Selain itu, masyarakat setempat juga diberikan edukasi tentang cengkih afo. Setelah memiliki pengetahuan yang cukup, diharapkan masyarakat setempat bisa menjadi duta yang turut menjaga dan melestarikan cengkeh afo.

“Ini kan pohon langka, saksi sejarah juga. Jadi perlu campur tangan semua pihak untuk melestarikannya,” kata Kris.

Meski cengkih afo adalah cengkeh tertua, namun sayangnya harga di pasaran tetaplah sama. Menurut Kris cengkih afo tetap dijual seperti halnya cengkih pada umumnya yaitu Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram. Padahal selain cengkih tertua, cengkih afo memiliki aroma yang lebih kuat.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA