Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Tip Traveling yang Aman untuk Ibu Hamil (1)

Jumat 11 Oct 2019 16:43 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah

Ibu hamil pergi wisata (Ilustrasi)

Ibu hamil pergi wisata (Ilustrasi)

Foto: Pexels
Ibu hamil tetap bisa pergi wisata tanpa perlu cemas terhadap kandungannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehamilan menjadi pengalaman yang sangat berharga dan penuh keajaiban bagi seorang perempuan. Begitu banyak hal indah datang, bersamaan dengan tantangan.

Baca Juga

Dilansir US News, Jumat (11/10), berbagai tantangan yang ada mulai dari pakaian apa yang harus dikenakan, hingga mood yang mungkin terganggu karena pengaruh hormon. Namun, hal-hal ini bukan berarti kehamilan menghalangi perempuan untuk bepergian.

Menurut American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG), hingga usia kehamilan mencapai 36 minggu, biasanya akan aman untuk bepergian. Karena itu, sebaiknya jangan sia-siakan waktu dan bagi Anda yang sedang hamil di usia itu, mulailah rencanakan perjalanan yang menyenangkan.

Berikut beberapa kiat agar perjalanan ibu hamil bisa aman, nyaman, dan menyenangkan.


Bepergian di trisemester kedua kehamilan
Menurut ACOG, waktu terbaik bagi perempuan yang sedang mengandung untuk bepergian adalah antara 14 hingga 28 minggu. Memasuki masa trisemester kedua, kehamilan sudah mulai terasa lebih nyaman, seperti mual yang berkurang, dan energi yang mulai kembali.


Rencana B
Robert Quigley, wakil presiden senior di International SOS dan MedAire, mengatakan Anda harus bertemu dengan dokter dan mendapatkan izin untuk bepergian sebelum Anda berangkat dalam perjalanan apapun. Selain itu, luangkan waktu untuk meriset fasilitas medis di dekat tempat Anda akan pergi, katanya, karena Anda tidak perlu harus panik mencari tahu ke mana harus pergi jika Anda mengalami komplikasi saat kehamilan.


Asuransi perjalanan
Menurut Natalie Preddie yang menulis blog NattyPOnline.com sekaligus ibu dari dua anak mengatakan sebaiknya beli asuransi perjalanan yang mencakup perlindungan medis sebelum perjalanan, jika Anda mengunjungi tujuan di mana asuransi kesehatan Anda tidak berlaku. Ia mengatakan pernah pergi ke Florida saat hamil dan mengunjungi klinik di sana untuk memeriksakan kandungan. Namun, ia merasa khawatir apakah asuransi yang dimiliki berlaku.


Bawa buku rekam medis selama kehamilan
Buku rekam medis selama kehamilan perlu dibawa selama Anda bepergian jauh. Menurut Lee Roosevelt, seorang bidan dari University of Michigan, Anda dapat merasa tenang dengan membawa buku ini dan mempecepat tindakan medis yang mungkin dibutuhkan selama liburan berlangsung.

“Jika Anda membutuhkan perawatan secepatnya (tanpa membawa rekam medis), itu berarti kami harus membuat keputusan, tanpa mengetaahui secara rinci tentang kehamilan Anda,” ujar Roosevelt.


Aktif selama perjalanan
Sepanjang perjalanan, khususnya di waktu Anda harus duduk dalam waktu yang lama, seperti di pesawat, tetaplah mencari cara agar bisa bergerak, meski hanya lima hingga 10 menit. Roosevelt juga mengatakan menggunakan kaus kaki kompresi selama perjalanan dapat menghindari ibu hamil dari pembengkakan (yang umum terjadi di kaki), pembekuan darah, dan masih banyak lainnya.


Minum banyak air
Selama perjalanan, ibu hamil perlu meminum banyak air sehingga tetap terhidrasi. Jika kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi, maka ada resiko untuk mengalami kontraksi dini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA