Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Anda Makan Lebih Banyak Saat Bersama Orang Terdekat

Jumat 11 Oct 2019 10:08 WIB

Rep: Gumati Awaliyah/Idealisa Masyrafina/ Red: Indira Rezkisari

Makan bersama keluarga

Makan bersama keluarga

Foto: Republika/Prayogi
Makan bersama orang terdekat atau keluarga buat porsi bisa 48 persen lebih banyak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi meta-analisis yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinic Nutrition menunjukkan, setiap orang cenderung makan lebih banyak ketika makan bersama teman atau keluarga terdekat. Para peneliti menyebut fenomena itu sebagai fasilitasi sosial .

Studi sebelumnya menemukan, mereka yang makan dengan orang terdekat akan makan hingga 48 persen lebih banyak biasanya.

Penelitian itu mengungkapkan bahwa kecenderungan untuk makan lebih banyak saat bersama orang-orang terdekat bukanlah mitos, karena ada penjelasan ilmiahnya. Dalam upaya untuk menjelaskan fenomena ini, para peneliti dari University of Birmingham, University of Bristol, Inggris, dan University of New South Wales di Australia menganalisis 42 ulasan jurnal tentang subjek tersebut.

Setelah dikaji, fenomena yang disebut fasilitasi sosial itu dapat dijelaskan oleh fakta bahwa makan dengan orang-orang terdekat pada umumnya lebih menyenangkan. Oleh karena itu, fenomena fasilitasasi sosial ini bisa menjadi penyebab makan berlebih.

Menurut para peneliti, norma-norma sosial yang berlaku saat ini cenderung lebih permisif (terbuka, serba membolehkan). Sehingga ketika bersama teman atau keluarga besar, dorongan untuk makan dalam jumlah besar sangatlah kuat, daripada saat makan sendiri.

"Kami menemukan bukti kuat bahwa orang makan lebih banyak saat makan dengan teman dan keluarga daripada saat sendirian," kata Dr Helen Ruddock, pemimpin penelitian dari School of Psychology di University of Birmingham, dilansir dari Times of India, Jumat (11/10).

Akan tetapi, kecenderungan makan banyak tidak terlihat jika makan dalam suatu kelompok yang tidak saling kenal. Orang-orang cenderung menahan diri keinginan makannya untuk menyampaikan kesan positif kepada orang asing.

“Memilih porsi kecil mungkin dilakukan agar ia bebas melakukan ini dan itu, tanpa dibebani rasa kekenyangan. Mungkin itu penyebab mengapa fenomena fasilitasi sosial kurang terlihat di antara kelompok orang asing,” kata Ruddock.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA