Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Polusi Udara Sebabkan Rambut Rontok

Jumat 11 Okt 2019 08:51 WIB

Rep: Noer Qomariah/ Red: Indira Rezkisari

Kebotakan.

Kebotakan.

Foto: wikimedia
Polusi udara berdampak buruk pada tubuh dan kesehatan manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI — Menurut penelitian, paparan polutan umum mengurangi banyaknya jumlah empat protein yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan dan retensi rambut. Efek tersebut meninggi ketika jumlah partikel di udara meningkat.

Ini menunjukkan mereka yang tinggal di kota atau dekat dengan industri berisiko lebih besar mengalami kebotakan. Seperti yang dilansir dari Times of India, Jumat (11/10), peneliti utama Hyuk Chul Kwok berbagi hasil di Kongres Akademi Dermatologi dan Venereologi ke-28 di Madrid.

Ia mengatakan ada kebutuhan studi lebih lanjut untuk mengonfirmasi hasilnya. Meski demikian ini adalah studi pertama yang menemukan hubungan antara polusi di udara dan rambut rontok dan didanai oleh perusahaan kosmetik di Korea Selatan.

“Penelitian kami melihat ilmu di balik apa yang terjadi ketika sel-sel yang ditemukan di pangkal folikel rambut terkena polutan udara umum,” kata Kwok.

Ia menambahkan ketika sel-sel pada kulit kepala manusia terpapar polusi udara umum yang diciptakan dari pembakaran bahan bakar fosil, protein dalam sel bertanggung jawab untuk pertumbuhan rambut dan retensi rambut berkurang secara signifikan.

Seorang juru kampanye polusi, Jenny Bates mengungkapkan, ini adalah bukti ilmiah terakhir dari sekian lama yang menunjukkan dampak buruk polusi udara pada tubuh dan kesehatan manusia. Orang-orang perlu dibantu untuk beralih ke bentuk transportasi lain yang ramah lingkungan.

“Kami memerlukan kendaraan yang lebih bersih di jalan kami dan lebih sedikit, serta investasi yang lebih besar dalam transportasi umum yang lebih baik. Bersepeda yang lebih aman dan berjalan kaki,” ujar Bates.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA