Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Pengguna Kost Ingin Kamar Nyaman untuk Ditinggali

Jumat 11 Okt 2019 08:16 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Indira Rezkisari

Country Head for Emerging Business OYO Hotels & Homes Indonesia Eko Bramantyo, Country Head OYO Hotels & Homes Indonesia Rishabh Gupta, Youtuber sekaligus pemilik Ternak Kostan Arief Muhammad, dan Business Head OYO Hotels & Homes Indonesia, Noopur Choudhary saat meluncurkan OYO Life yang merupakan lini bisnis terbaru dari OYO untuk segmen kost, di wilayah Jakarta Selatan, Rabu (9/10).

Country Head for Emerging Business OYO Hotels & Homes Indonesia Eko Bramantyo, Country Head OYO Hotels & Homes Indonesia Rishabh Gupta, Youtuber sekaligus pemilik Ternak Kostan Arief Muhammad, dan Business Head OYO Hotels & Homes Indonesia, Noopur Choudhary saat meluncurkan OYO Life yang merupakan lini bisnis terbaru dari OYO untuk segmen kost, di wilayah Jakarta Selatan, Rabu (9/10).

Foto: Republika/Farah Noersativa
Pengguna kost asal Indonesia sukai kamar yang menomorsatukan privasinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para penyewa kamar kost Indonesia memiliki karakter tersendiri dalam menyewa kamar kost. Salah satu jaringan hotel berbasis teknologi, OYO Hotels and Homes atau OYO, memiliki catatan bagaimana dan apa saja yang penggunanya inginkan untuk sebuah hunian yang nyaman.

Business Head OYO Hotels and Homes Indonesia, Noopur Choundary mengatakan, selama satu tahun OYO di Indonesia, ada beberapa hal yang menjadi catatannya.  Hal yang pertama adalah, penyewa kamar menginginkan kost yang nyaman dan layak untuk ditempati. Artinya, kamar memiliki bentuk ruangan yang memadai dan kamar mandi yang nyaman untuk digunakan.

Penyewa kamar, kata dia, juga menginginkan adanya kamar yang memiliki keamanan yang memadai. Artinya, adanya penjaga keamanan dan kamera CCTV menjadi hal yang dibutuhkan oleh para penyewa kamar.

Selain itu, para penyewa kamar juga menginginkan adanya kamar yang memiliki pelayanan yang terbaik, terutama ketika membutuhkan sesuatu yang darurat. “Jadi kami memfasilitasi pelatihan bagi pengelolanya, sehingga ketika nantinya ada sesuatu hal yang darurat, maka pengelola bisa dengan cepat bergerak seperti customer service,” tutur Noopur saat peluncuran OYO Life di wilayah Jakarta Selatan, Rabu (9/10).

Dengan fasilitas yang demikian, dia pun membidik pasar milenial dengan bajet biaya sewa kost mulai Rp 1,5 juta sampai dengan Rp 4,5 juta. Sejauh ini, pasar demikian memang yang paling banyak menempati sebanyak 80 persen kamar yang disediakan oleh pemilik kost.

Sementara, daerah-daerah yang paling banyak konsumen pengguna OYO, kata Noopur, masih terpusat di wilayah DKI Jakarta. Wilayah itu pun terdiri atas Kemang, SCBD, dan Tanjung Duren, di Jakarta Selatan.

Akan tetapi, tak menutup kemungkinan dari sebanyak 2.500 kamar itu, ada beberapa daerah lain yang juga memiliki konsumen pengguna OYO. “Termasuk Bogor dan Bekasi,” ungkap Noopur.

Country Head for Emerging Business OYO Hotels and Homes, Indonesia, Eko Bramantyo, menambahkan, salah satu perbedaan antara penyewa kamar yang ada di India, Jepang, dan Indonesia adalah, para penyewa kamar yang ada di Indonesia lebih menyukai satu kamar dengan satu penghuni. Artinya, orang-orang Indonesia lebih menyukai kamar yang menomorsatukan privasinya.

“Berbeda dengan India dan Jepang. Di sana, mereka lebih terbiasa dengan berbagi kamar dengan yang lain. Sehingga, dalam satu kamar biasanya ada dua orang penghuni. Oleh sebab itu mereka lebih kenal sebutan ‘key’ atau kunci, dari pada ‘room’ atau kamar,” tutur Eko.

Hal lain yang menjadi kebiasaan orang-orang penyewa kamar di Indonesia adalah, mereka menyukai untuk melakukan kegiatan bersama dengan teman-teman satu kost. Dengan demikian, mereka pun suka membentuk sebuah komunitas bersama.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA