Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Akan Menjalani Operasi di Rumah Sakit? Jangan Lupa Bawa Ini

Kamis 10 Oct 2019 16:05 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nora Azizah

Suasana operasi di rumah sakit (Ilustrasi)

Suasana operasi di rumah sakit (Ilustrasi)

Foto: Pixabay
Barang bawaan bisa membuat seseorang rileks sebelum menjalani operasi di rumah sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berencana akan menjalani operasi di Rumah Sakit? Dilansir melalui Dailymail, Kamis (10/10), ternyata barang yang perlu dibawa untuk persiapan operasi tidak jauh berbeda dengan isi koper untuk berwisata.

Zoe Andrews, seorang senior perawat dari Benenden Hospital di Kent, Inggris, mengatakan bahwa pakaian memang hal terpenting untuk dibawa. Namun ada beberapa hal lain yang tak boleh lupa.

Baca Juga

Berikut beberapa barang yang disarankan untuk dibawa saat akan melakukan operasi di rumah sakit.

 

Pemutar Musik

Kecemasan sebelum operasi dapat meningkatkan kadar hormon stres dalam tubuh. Ini dapat memperlambat pemulihan pasien. Menuru ahli, musik menenangkan kecemasan, jadi penting untuk mendengarkan lagu-lagu yang menenangkan sebelum pasien dioperasi.

Sebuah penelitian baru-baru ini oleh University of Pennsylvania, di AS menemukan bahwa mendengarkan musik mengurangi tingkat kecemasan pasien sama suksesnya dengan menggunakan midazolam, obat penenang yang umum.

Headphone peredam bising adalah yang terbaik untuk menghilangkan semua kesibukan di rumah sakit. Perangkat terjangkau ini nyaman, dan dapat dibawa dengan mudah.


Botol Minum
Hidrasi sangat penting dalam pemulihan, karena itu menjaga tubuh Anda berfungsi pada puncaknya. Dehidrasi dapat menunda penyembuhan luka dan menyebabkan infeksi saluran kemih. Ini masalah yang berpotensi serius pada pasien yang lebih tua setelah operasi.

Botol ini membantu Anda memantau asupan Anda. Adanya botol minum menunjukkan kepada Anda berapa banyak minum pada titik yang berbeda untuk membantu Anda mencapai target harian dua liter.

 

Handuk
Mempertahankan suhu yang baik bisa menjadi tantangan di rumah sakit. Ini bisa tergantung pada seberapa mobile Anda, usia Anda, waktu hari dan lingkungan, dan kadang-kadang rumah sakit bisa sangat panas, terutama di musim panas.


Air Jahe dan Permen
Air jahe membantu mengatasi mual, sehingga bisa jadi baik jika Anda menjalani kemoterapi, yang dapat menimbulkan perasaan sakit, atau setelah operasi apa pun, karena anestesi umum dapat membuat pasien merasa mual.

Mengisap permen jahe juga bisa membantu, karena beberapa pasien menemukan perawatan seperti kemoterapi meninggalkan rasa tidak enak atau kekeringan di mulut mereka.

Cemilan Protein
Pasien disarankan mengemas protein dan makanan ringan kaya serat, tetapi tanyakan kepada dokter Anda terlebih dahulu, jika prosedur Anda memiliki batasan diet. Protein dapat mempercepat perbaikan jaringan yang rusak, sementara serat membantu mencegah sembelit dari bedrest yang lama dan penghilang rasa sakit tertentu.

Pasien sering suka makan sambil memulihkan diri, daripada makan tiga kali sehari. Snack bar kaya protein kedelai, rendah gula dan mengandung cokelat, kemiri, dan rasanya juga enak.

Masker Tidur
Kamar rumah sakit terang benderang, dan kebanyakan lampu dimatikan hanya larut malam. Rumah sakit juga tidak pernah benar-benar gelap, sehingga masker mata adalah suatu keharusan.

Tidur dibutuhkan untuk kesembuhan tubuh, jadi semakin baik Anda tidur, semakin cepat Anda pulih dari perawatan. Rumah sakit juga tempat yang berisik, jadi penyumbat telinga akan sangat bermanfaat.

Masker mata ada yang dilengkapi dengan travel pouch dan penutup telinga, serta memiliki tali elastis yang dapat disesuaikan. Karena letaknya cukup rendah di wajah, masker tidak akan membiarkan cahaya di sekitar hidung.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA