Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Psikiater Ungkap Jurus Terampuh Redakan Stres

Kamis 10 Oct 2019 07:05 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Wanita di kota besar rentan dengan stres dalam kehidupannya.

Wanita di kota besar rentan dengan stres dalam kehidupannya.

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang.
Ketika stres, apa yang Anda lakukan untuk meredakannya?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika stres, apa yang Anda lakukan untuk meredakannya? Psikiater menyarankan, cobalah mencari hal menyenangkan yang bisa membuat suasana hati lebih baik.

"Untuk merilis hal-hal negatif, salah satunya bersenang-senang. Ya sudah, happy saja, lakukan hobi yang kita senangi," kata dr Anak Agung Ayu Agung Kusumawardhani SpKJ(K) dalam seminar tentang kesehatan jiwa di Gedung Imeri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta, Rabu.

Agung menjelaskan, cara seseorang mendapatkan hal yang disenanginya berbeda satu sama lain. Dia mencontohkan dirinya ketika mumet akan menyalurkan hobinya di kebun, yaitu merawat tanaman. Namun, ada orang lain yang memilih mendengarkan musik atau bermain musik untuk melepas stres.

Dia menyarankan agar sebisa mungkin menghindari hal-hal negatif yang didapat di kehidupan. Namun, apabila hal negatif tersebut tidak dapat dihindari maka harus dihadapi.

"Jika berbagai hal negatif tersebut sudah bertumpuk, lepaskanlah dengan mencari kesenangan dari menjalankan hobi," ujar Agung.

Dokter kejiwaan dari FKUI dr Heriani SpKJ(K) menyebut bahwa wajar-wajar saja untuk mengungkapkan perasaan baik marah ataupun sedih. Dia menyarankan untuk mengkomunikasikan perasaan yang dirasakannya untuk melepas sebagian beban.

"Komunikasikan perasaan kita dulu tanpa menghakimi diri sendiri ataupun orang lain. Komunikasi tidak hanya dengan kata-kata tapi bisa dengan gambar, lukisan, dengan lagu yang bisa mengekspresikan," kata dia.

Heriani juga memberikan tip untuk mengatasi diri yang sedang marah dengan melepaskan kemarahan tersebut dengan cara yang tepat. Coba saja lakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak energi.

"Salurkan saja kemarahan ke hal-hal yang tidak berbahaya. Kalau saya sedang marah muay thai saja, pukul-pukul setengah jam. Atau nyanyi yang lagunya lagu rock, disalurkan saja," kata Heriani.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA