Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Secangkir Kopi Sebelum Tidur Siang, Apa Manfaatnya?

Kamis 10 Oct 2019 05:47 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah

Segelas Kopi (Ilustrasi)

Segelas Kopi (Ilustrasi)

Foto: Pexels
Kafein dan tidur siang disebut mempengaruhi tidur di malam hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernahkan Anda bertanya bagaimana jika menggabungkan antara kopi dan tidur siang? Dilansir Mother.ly, Kamis (10/10), sekelompok peneliti di Jepang melakukan hal ini dan menemukan bahwa konsumsi kopi yang diiringi dengan tidur siang, meski hanya sekejap dapat memerangi kantuk jauh lebih efektif.

Menurut peneltian itu, dengan meminum secangkir kopi, kemudian mencoba untuk tidur sebentar, maka Anda telah menyelesaikan dua tahap pertama dari suklus tidur, dalam jumlah yang dibutuhkan kafein untuk diserap oleh tubuh Anda.

Kafein berperan sebagai alarm alami untuk tubuh, yang dapat membangunkan Anda dengan lebih segar, serta banyak energi. Nantinya, Anda siap untuk bisa merasa lebih fokus melakukan aktivitas.

Pada siang dan sore hari, semangat diri mudah merosot karena gula dan energi dalam darah mulai menurun setelah makan siang. Begitu juga dengan suhu tubuh inti, yang akhirnya memicu pelepasan hormon melatonin yang membuat rasa ingin tidur. Ini adalah bagian dari ritme sirkadian tubuh Anda yang merespons isyarat lingkungan, seperti siang dan malam hari, dan memberi tahu tubuh Anda untuk merasa mengantuk atau waspada.

National Sleep Foundation mengatakan waktu optimal bagi kebanyakan orang untuk tidur adalah lima jam setelah bangun tidur. Jadi, jika Anda bangun pukul 7 pagi, maka waktu tidur siang ideal Anda adalah jam 1 siang, yang mungkin tepat saat setelah makan siang.

Tidak heran, kebanyakan orang merasa sangat mengantuk pada jam-jam tersebut dan jika tidak ada waktu untuk tidur, maka mereka akan meminum secangkir besar kopi. Sebenarnya, saat bangun tidur, neuron di otak memproduksi adenosin, produk sampingan dari aktivitas otak yang terus-menerus dipantau oleh sistem saraf Anda.

Ketika tingkat yang cukup tinggi tercapai, adenosin dihubungkan ke reseptor untuk membuat Anda merasa lelah. Kafein secara kimiawi mirip dengan senyawa ini dan cocok dengan reseptor yang biasanya diisi oleh adenosin, secara efektif menghalangi mereka dan menipu tubuh Anda untuk berpikir bahwa ini belum waktunya untuk tidur.

Siklus tidur terdiri dari empat tahap dan membutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk menyelesaikannya, menjadikannya waktu yang tepat untuk tidur siang. Tetapi ketika Anda bekerja atau memiliki kesibukan lainnya sebagai orang dewasa, maka sulit untuk melakukannya.

Tetapi, ada berita baik bahwa dua tahap pertama tidur singkat, ringan dan hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menyelesaikannya. Jadi, jika Anda dapat tidur dalam waktu itu, maka Anda akan menyelesaikan dua tahap pertama siklus.

Sebuah penelitian dari NASA juga menemukan bahwa tidur sebentar selama 20 menit dapat meningkatkan keterampilan dan motorik. Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa pilot dari badan antariksa tersebut, yang tidur siang selama 25,8 menit memiliki tingkat kewaspadaan 50 persen lebih besar dibandingkan rekan mereka yang tidak tidur siang. Bahkan, mereka 34 persen lebih baik dalam mengerjakan beberapa tugas tertentu.

Sebenarnya, tidur siang dan kafein di sore hari dapat memiliki efek negatif untuk mempengaruhi tidur malam. Secara umum, kafein memiliki efek sekitar 5-6 jam di dalam tubuh sebelum hilang dan perlu diketahui bahwa kafein dapat mempengaruhi masing-masing orang dengan cara yang berbeda, sehingga penting untuk mengetahui bagaimana hal itu mempengaruhi Anda secara pribadi.

Bagi perempuan yang sedang mengkonsumsi pil KB, atau mereka yang berada di antara ovulasi dan awal menstruasi, mungkin dibutuhkan dua kali lebih lama untuk memproses kafein. Selain itu, meskipun banyak penelitian telah menhatakan manfaat tidur siang untuk ibu dan bayi, mengkombinasikannya dengan secangkir kopi mungkin tidak disarankan, jadi pastikan untuk berbicara dengan dokter, jika Anda sedang hamil.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA