Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Kesehatan Mental Ibu Hamil Pengaruhi Otak Bayi

Rabu 09 Oct 2019 14:33 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Indira Rezkisari

Ibu hamil

Ibu hamil

Foto: Republika/Prayogi
Ibu hamil yang stres bisa melahirkan bayi dengan gangguan otak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendapat ibu yang bahagia akan melahirkan bayi yang bahagia tampaknya didukung studi ini. Perkembangan otak bayi dapat terkena dampak buruk oleh tingkat stres ibu selama kehamilan.

Menurut sebuah studi baru dari King's College London, yang diterbitkan dalam jurnal Biological Psychiatry, bayi yang ibunya mengalami lebih banyak stres sebelum kelahiran dapat dilahirkan dengan gangguan pada otak yang sebelumnya dikaitkan dengan gangguan kejiwaan.

Area otak yang terkena disebut fasciculus uncinate, yang merupakan saluran materi putih yang menghubungkan bagian-bagian dari sistem limbik. Sistem bertanggung jawab untuk memori jangka panjang dan emosi, ke korteks orbitofrontal, bagian otak yang terkait dengan membuat keputusan.

Untuk studi ini, para peneliti meneliti efek yang ditimbulkan stres ibu terhadap perkembangan otak 251 bayi prematur. Tingkat stres ibu diukur melalui kuesioner di mana mereka ditanyai tentang peristiwa stres pada semua skala. Mulai dari pindah rumah dan mengikuti ujian hingga kehilangan kerabat dan melalui perceraian, dan bagaimana peristiwa ini berdampak pada mereka.

Peserta kemudian diberi skor keparahan stres berdasarkan berapa banyak pemicu stres yang mereka alami dan seberapa akut dampaknya.

Para peneliti menyimpulkan bahwa temuan menunjukkan lebih banyak pekerjaan diperlukan untuk mendukung kesejahteraan mental ibu hamil. "Kami menemukan pada ibu yang lebih stres selama kehamilan dan periode sebelum kelahiran, materi putih berubah pada bayi," kata penulis utama jurnal penelitian Alexandra Lautarescu, peneliti doktoral dari King's College London, dilansir dari Independent, Rabu (9/10).

Lautarescu menambahkan bahwa walaupun wanita hamil sering diminta oleh dokter mereka untuk menyatakan apakah mereka mengalami depresi atau kecemasan, mereka jarang ditanya tentang tingkat stres umum. "Ini tidak didiagnosis sesering yang seharusnya selama kehamilan dan kami berusaha untuk menekankan bahwa kesehatan mental ibu selama kehamilan dapat berdampak pada perkembangan otak bayi yang dapat berdampak pada hasil mereka di kemudian hari," lanjut peneliti.

"Tidak ada yang bertanya kepada para wanita ini tentang stres dan karenanya mereka tidak menerima dukungan apa pun. Layanan antenatal perlu menyadari bahwa penting untuk memikirkan tekanan terhadap ibu dan kita perlu memiliki semacam dukungan di sana untuk ibu yang mengidentifikasi bahwa mereka stres," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA