Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Seorang Remaja New York Meninggal Akibat Vape

Rabu 09 Okt 2019 08:43 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Indira Rezkisari

Larangan merokok

Larangan merokok

Foto: EPA
Gubernur New York menyebut dampak vape sebagai krisis kesehatan publik.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Remaja berusia 17 tahun dari Bronx, New York, dikonfirmasi meninggal disebabkan perilaku menghisap vape. Remaja yang namanya disamarkan itu meninggal pada 4 Oktober di rumah sakit anak di Montefiore Medical Center, Bronx, New York.

Kasus ini merupakan yang pertama kali terjadi di New York. Gubernur setempat, Andrew Cuomo mengumumkan kematian remaja itu pada Selasa. Gubernur juga menyebut tingginya penyakit akibat vape sebagai krisis kesehatan publik.

Ia mengingatkan bahaya penyakit yang bisa muncul akibat vape. Selain kasus di New York, sekitar 21 orang lain meninggal diduga akibat vape di 15 negara bagian lainnya.

Sampai dengan Senin lalu, Amerika menerima 110 laporan berkaitan penyakit akibat vape. Rentang umur pasien pada 14-64 tahun. Semuanya tercatat pernah menggunakan setidaknya satu jenis produk vape sebelum sakit.

Salah satu jenis Vape terdeteksi mengandung vitamin E asetat. Zat ini serupa dengan produk ganja. Sayangnya lembaga kesehatan negara menolak mengidentifikasi jenis vape tertentu yang berbahaya. Tapi bulan lalu, Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit mengimbau masyarakat tak menggunakan vape merek THC. enghisap Vape Tewas di New York (mba reiny)

Seorang anak berusia 17 tahun di dikonfirmasi meninggal disebabkan perilaku menghisap vape. Bocah yang namanya disamarkan itu meninggal pada 4 Oktober di rumah sakit anak di Montefiore Medical Center, Bronx, New York.

Kasus ini merupakan yang pertama kali terjadi di New York. Gubernur setempat, Andrew Cuomo mengumumkan kematian bocah itu pada Selasa. Ia mengingatkan akan penyakit yang bisa muncul akibat rokok vape. Selain kasus di New York, sekitar 21 orang lain meninggal diduga akibat vape di 15 negara bagian lainnya.

Sampai dengan Senin lalu, Amerika menerima 110 laporan berkaitan penyakit akibat vape. Rentang umur pasien pada 14-64 tahun. Semuanya tercatat pernah menggunakan setidaknya satu jenis produk vape sebelumsakit.

Salah satu jenis Vape terdeteksi mengandung vitamin E asetat. Zat ini serupa dengan produk ganja. Sayangnya lembaga kesehatan negara menolak mengidentifikasi jenis vape tertentu yang berbahaya. Tapi bulan lalu, Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit mengimbau masyarakat tak menggunakan vape merek THC.

Setidaknya di Amerika sudah muncul lebih dari 1.000 laporan terkait penggunaan vape.

Penyakit yang diderita pengguna vape ialah penyakit paru-paru. Angkanya sekitar 70 persen dari pasien yang dirawat karena vape. Coumo mendesak pemerintah pusat bertindak atas kasus ini.

Rata-rata umur pasien yang meninggal akibat vape adalah 50 tahun. Rentang usia mereka yang meninggal akibat vape dari 27 ke 71 tahun.

Pada Senin, distrik sekolah di Kansas, Missouri, dan New York menuntut pembuat rokok elektronik merek Juul. Sekolah mengklaim perusahaan Juul menggunakan taktik marketing yang menipu dan membahayakan nyawa murid. Perushaan sudah mengatakan akan berhenti beriklan di AS dan mengganti CEO-nya, dilansir dari Fox News, Rabu (9/10).



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA