Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Fakta Penyembuhan Luka Memar pada Perempuan dan Pria

Rabu 09 Okt 2019 04:37 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nora Azizah

Luka di tangan. Ilustrasi

Luka di tangan. Ilustrasi

Foto: CNN
Luka memar memiliki gejala dan penyembuhan yang berbeda antara pria dan perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian di Amerika Serikat dalam jurnal kesehatan olahraga menemukan fakta baru bahwa luka memar pada perempuan butuh waktu lebih lama daripada pria untuk sembuh. Penelitian dilakukan pada 192 orang siswa olahraga di rentang usia 7-18 tahun.

Pusat Riset dan Pencegahan Cedera Philadelpia's, Christina Master mengatakan riset awalnya menduga remaja perempuan dengan luka memar punya lebih banyak gejala dan penyembuhan lebih lama daripada pria. Ia mendapati penyebabnya karena perbedaan hormon antara pria dan perempuan.

"Kami sekarang punya alasan atas fenomena itu. Sehingga kami harus memberi perawatan lebih pada perempuan," katanya seperti dilansir Health24, Selasa (8/10).

Master menyebut penelitian mendapati setelah mengalami memar, pria dirawat oleh ahli medis dalam periode sekitar sembilan hari. Sebagian pria ada yang sembuh lebih cepat. Sedangkan perempuan makan waktu 15 hari.

Dari perhitungannya, perempuan rata-rata perlu 4 hari lagi usai sembuh untuk kembali ke sekolah dan 13 hari untuk kembali latihan olahraga. Sedangkan pria dapat kembali ke sekolah tiga hari dan latihan pada hari ketujuh.

Penelitian juga mendapati perempuan butuh 68 hari guna mengembalikan fungsi saraf kognitifnya. Sedangkan pria hanya butuh 40 hari. Bahkan perempuan mesti mengalami 77 hari masalah keseimbangan. Padahal pria cuma mengalaminya selama 34 hari.

Sayangnya, Master menemukan tak ada perbedaan perlakuan dalam perawatan pria dan perempuan. Ia berharap hasil riset ini dapat menjadi paduan guna menyembuhkan luka memar pada perempuan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA