Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Makanan Sehat yang Bisa Berubah Jadi Jahat

Selasa 08 Okt 2019 14:25 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah

Makanan Sehat (Ilustrasi)

Makanan Sehat (Ilustrasi)

Foto: Pixabay
Sederet makanan sehat ini bisa menjadi jahat jika salah mengonsumsinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa jenis makanan disebut menyehatkan karena mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Namun, makanan sehat bisa berubah menjadi jahat ketika salah mengonsumsinya.

Dilansir melalui boredpanda, Selasa (8/10), beberapa studi terbaru menyebutkan, efek samping dari makanan sehat tersebut dapat menimbulkan depresi hingga kanker dalam waktu cukup panjang. Berikut penjelasannya.

Baca Juga

 

Susu
Susu terkenal dengan manfaatnya yang banyak untu tubuh. Namun, studi terbaru dari British Medical Journal justru mengatakan sebaliknya. Para peneliti menemukan bahwa perempuan yang minum tiga cangkir atau lebih susu setiap harinya bisa memiliki resiko kematian 90 persen lebih tinggi selama periode 20 tahun, dibandingkan perempuan yang mengkonsumsi kurang dari jumlah itu.

Mereka juga memiliki peningkatan risiko patah tulang dan tingkat peradangan dan stres oksidatif yang lebih tinggi. Bahkan, kandungan gula tinggi dalam susu justru bisa mengesampingkan manfaatnya.


Makanan laut (Seafood)
Makanan laut bisa menjadi sumber protein serta asam lemak omega-3 yang baik untuk jantung. Namun, tak jarang makanan laut berasal dari air  yang terkontaminasi dengan sejumlah besar logam berat, terutama merkuri.

Agar tetap aman, pilihlah ikan dari laut terbuka dan hindari membeli ikan impor yang dibudidayakan di peternakan karena biasanya ini kurang diperiksa dan cenderung memiliki residu kimia yang berlebihan. Secara umum, salmon, udang, tuna kaleng dan nila adalah beberapa makanan laut dengan merkuri yang lebih rendah.


Nasi merah
Para peneliti telah menghubungkan beberapa jenis beras dengan peningkatan arsenik pada wanita. Beras menyerap arsenik dari tanahnya, dan beras terutama menumpuk di kulit luar beras merah.

Paparan arsenik dalam jumlah tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dan penyakit lainnya," kata Diane Gilbert-Diamond, seorang peneliti dan profesor di Sekolah Kedokteran Geisel di Dartmouth College di Hanover, Jerman.


Minyak Goreng
Meskipun beberapa varietas menawarkan lemak sehat, sebuah tinjauan yang diterbitkan pada Juni 2014 di Environmental Health menemukan bahwa ini juga memiliki tingkat phthalate yang tinggi, bahan kimia yang dikenal sebagai "pengganggu endokrin" yang berhubungan dengan kanker dan sejumlah masalah kesehatan lainnya.

Karena itu, gunakan minyak rendah lemak seperti kanola dan zaitun. Pilih juga wadah kaca untuk minyak, karena plastik pada akhirnya membawa phthalate.


Minuman Buah
Jangan terpikat oleh vitamin C yang ditawarkan dalam minuman ini. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam PLoS ONE pada April 2014, orang yang minum empat atau lebih cangkir minuman buah per hari memiliki peluang 38 persen lebih besar untuk mengalami depresi selama dekade berikutnya.

Minuman manis juga dapat menyebabkan obesitas, diabetes, dan kesehatan yang buruk secara keseluruhan, serta dapat berkontribusi pada pengembangan depresi.

 

Makanan Pedas
Makanan pedas memang dapat meningkatkan sirkulasi, menurunkan gula darah, dan meningkatkan metabolisme. Namun, terlalu banyak justru dapat menjadi bumerang, seperti menyebabkan sakit perut pada beberapa orang.

Meskipun biasanya tidak berbahaya, rempah-rempah panas merangsang sel-sel otak tertentu yang memicu rasa sakit karena asam lambung meningkat. Catat apakah Anda memiliki masalah perut setelah mengkonsumsi makanan pedas dan bicarakan dengan dokter Anda tentang kemungkinan adanya keterkaitan dengan obat yang juga sedang dikonsumsi.


Teh
Dari mencegah kanker, penyakit jantung hingga demensia, teh tampaknya merupakan minuman ajaib. Tetapi sebuah studi baru-baru ini menunjukkan Anda mungkin ingin menghindari sejumlah merek teh yang memiliki harga cukup terjangkau. Hal itu karena teh ini seringkali memiliki jumlah fluoride tiga kali lipat lebih banyak, yang pada akhirnya menyebabkan masalah gigi dan tulang.


Rumput laut
Rumput laut merupakan sumber yodium yang sangat penting bagi kesehatan tiroid, Namun, pada akhirnya ini dapat mengakibatkan disfungsi tiroid, jika terlalu banyak dikonsumsi.

Menurut Angela M. Leung, profesor di fakultas Kedokteran UCLA David Geffen School of Los Angeles, rumput laut mengandung jumlah yodium yang sangat tinggi, dan karenanya tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Batas yodium yang disarankan adalah 1.100 mcg setiap hari.


Kacang Brazil
Kacang Brazil mengandung sangat tinggi selenium, nutrisi penting yang membantu mengatur hormon dan melindungi tubuh terhadap infeksi. Tetapi, dengan mengkonsumsi hanya setengah lusin dari kacang ini ternyata dapat dapat membuat Anda melebihi batas harian yang direkomendasikan.

Seiring waktu, penumpukan selenium dapat menyebabkan rambut dan kuku rontok, serta ruam kulit. Bahkan, juga dapat membuat penurunan berat badan, kelelahan, dan kerusakan saraf.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA