Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Empat Racun Hubungan Suami Istri Penyebab Perceraian

Selasa 08 Oct 2019 04:55 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah

Sejumlah warga mengurus proses perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Senin (3/10).

Sejumlah warga mengurus proses perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Senin (3/10).

Foto: Republika/Prayogi
Pasangan suami istri yang saling merendahkan akan berujung pada perceraian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angka perceraian di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Hal ini disebabkan adanya racun-racun yang dapat merusak rumah tangga.

Berdasarkan penelitian, setidaknya ada empat racun yang dapat menyebabkan pasangan suami istri bercerai. “Ini ada penelitiannya loh ya bapak ibu, saya bukan asal ngomong. Jadi hasil penelitian, di dunia psikologi ada empat racun atau empat penyakit hubungan,” ujar putri presiden ketiga Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Wahid saat menjadi narasumber dalam talk show Festival Keluarga Maslahah di Jakarta, Ahad (6/10).

Sekretaris Lembaga Kemasyarakatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK NU) ini menjelaskan, racun pertama bagi pasangan suami istri yang membina rumah tangga adalah mengkritik berlebihan atau kritik ekstrem. “Kritik berlebihan itu kita tidak bisa melihat kebaikan pasangan kita. Kalau berdasarkan penelitian, perempuan itu lebih sering mengkritik, walaupun niatnya ingin memperbaiki situasi,” ucap Alissa.

Racun kedua, yaitu merendahkan dan membenci. Menurut dia, jika pasangan suami istri saling merendahkan maka akan berujung pada perceraian.

Baca Juga

"Kemudian, penyakit hubungan yang ketiga adalah membela diri. Banyak pasangan, saling sibuknya membela diri akhirnya ujungnya perceraian. Kenapa? Karena ketika membela diri kita menganggap yang salah adalah orang lain,” katanya.

Kemudian, racun terakhir bagi pasangan suami istri adalah tidak saling mendengarkan satu sama lain. Namun, menurut Alissa, hal ini lebih banyak terjadi pada suami.

“Keempat atau yang terakhir, kalau yang ini banyak terjadi pada lelaki, yaitu masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Ketika kita sedang berkonflik terus didiemin aja. Istrinya ngomong, suaminya diam saja. Ini adalah penyakit hubungan,” kata Alissa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA