Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Probiotik Baik Dapat Hilangkan Kolik Anak

Jumat 04 Okt 2019 10:20 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Indira Rezkisari

Susu probiotik.

Susu probiotik.

Foto: Pixabay
Biasanya probiotik yang berada dalam makanan jauh lebih mudah diserap oleh tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bayi yang berusia antara satu sampai empat bulan rentan mengalami kolik. Saat anak kolik mereka akan menangis terus menerus tanpa sebab, menyebabkan orang tua stres menghadapi situasi tersebut.

Menurut dokter spesialis anak, Dr. Ariani Dewi Widodo,  probiotik lactobacillus reuteri bisa menghilangkan kolik pada anak. Namun, untuk memastikan bakteri baik ini bisa memberikan manfaat maksimal pada tubuh anak harus memenuhi beberapa syarat. Seperti mikro organismenya hidup saat dikonsumsi, jumlahnya harus cukup agar memberikan manfaat kesehatan.

“Masyarakat kadang kurang tepat mendefiniskan probiotik. Probiotik harus memberikan manfaat dan tidak merugikan tubuh, di luar dari itu tidak bisa dikatakan probiotik melainkan hanya bakteri,” ujarnya dalam acara workshop “Grow Happy Parenting: Happy from the Inside Out” yang dilaksanakan oleh Nestle Lactogrow di Petogogan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Biasanya probiotik yang berada dalam makanan jauh lebih mudah diserap oleh tubuh. Makanan akan melindungi probiotik sampai masuk ke dalam pencernaan, nutrisi dalam makanan bisa melindungi probiotik itu sendiri dan makanan menyediakan nutrisi lain untuk tubuh.

Ia juga menjelaskan probiotik bisa meningkatkan kekuatan sistem pencernaan pada anak. Sistem pencernaan adalah sumber dari segala macam penyakit, sehingga jika sistem pencernaannya baik,  anak tidak mudah sakit dan tumbuh kembang anak bisa maksimal.

“Usus adalah sistem pertahan tubuh yang terbesar.  Sebesar 60-70 persen imunitas berada dalam usus. Bakteri baik bisa memberikan mnfaat untuk tubuh jika jumlahnya minimal 85 persen,” imbuhnya.

Berdarkan sebuah penelitian, kata dia, yang dilakukan pada dua ekor tikus, satu tikus yang mudah bersosialisai dan tikus yang murung dan tidak aktif. Peneliti  memindahkan komposisi probiotik  tikus yang mudah bersosialisasi itu ke perut tikus yang tidak aktif, hasilnya tikus yang kurang aktif berubah menjadi lebih aktif dan mudah bersosialisasi.




Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA