Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Wisatawan Bisa Naik Metro Gratis dengan Daur Ulang Sampah

Rabu 02 Oct 2019 00:32 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nora Azizah

Suasana Vatikan, Roma

Suasana Vatikan, Roma

Foto: Pixabay
30 botol plastik berlaku untuk 100 menit biaya perjalanan.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA --  Roma kini menjajal menjadi kota yang ramah lingkungan. Botol minum plastik sekali pakai bisa menjadi peruntungan bagi warga. Pemerintahnya menawarkan tiket metro gratis untuk wisatawan yang mendaur ulang botol plastik menggunakan mesin yang dipasang di tiga stasiun.

Inisiatif ini memang sudah diluncurkan sejak Juli lalu. Terbukti, 350 ribu botol telah didaur ulang. Perusahaan transportasi kota ATAC mengatakan, langkah ini akan diperluas di seluruh jaringan metro dan akan berjalan hingga Juli tahun depan.

"Mesin-mesin memproses 20 ribu botol setiap hari, dan rata-rata pelanggan membawa antara 15 hingga 20 botol sekaligus," kata pernyataan ATAC dilansir melalui Reuters, Rabu (2/10).

Beberapa orang yang bersemangat telah mengumpulkan sebanyak 3.500 botol dalam waktu kurang dari 20 hari. Jika dikalkulasikan, maka akan menghasilkan sekitar 175 tiket.

Langkah ini pun disambut sangat baik oleh penduduk di kota dengan masalah pengumpulan sampah kronis. Bersepeda menjadi kembali tidak merata dan tidak efisien.

"Jika Anda menggunakan uang untuk melibatkan orang (dalam daur ulang), bahkan mereka yang tidak memiliki kesadaran warga akan mendaur ulang," ujar salah satu warga Roma Claudio Perelli kepada Reuters ketika ia memasukkan botol-botolnya ke salah satu mesin.

Penumpang perlu mengunduh aplikasi ke ponsel mereka, kemudian mereka mendaftarkan jumlah tiket yang mereka peroleh berdasarkan jumlah botol yang dimasukkan ke mesin daur ulang.

Satu tiket berlaku untuk 100 menit biaya perjalanan dengan 30 botol yang harus dimasukkan ke mesin dnegan label barcode, sehingga mesin dapat membacanya dan mendaftarkannya ke aplikasi. Pintu putar metro dapat langsung membaca aplikasi di ponsel sehingga komuter yang berpartisipasi dalam inisiatif ini tak perlu memberli tiket kertas biasa.

Roma adalah ibu kota pertama di Uni Eropa yang meluncurkan langkah di stasiun metro. Langkah ini serupa diterapkan di Beijing dan Istanbul.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA