Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Telur dan Susu, Protein Hewani Terbaik untuk Cegah Stunting

Senin 23 Sep 2019 11:00 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Susu dan telur merupakan sumber protein hewani terbaik untuk mencegah stunting.

Susu dan telur merupakan sumber protein hewani terbaik untuk mencegah stunting.

Foto: motaen
Asupan protein hewani anak Indonesia masih tergolong rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengonsumsi protein hewani penting untuk mencegah atau menurunkan pravelansi stunting pada balita. Dr Marudut Sitompul dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) menyampaikan, asupan protein paling baik dapat diperoleh dari sumber protein hewani, yaitu telur dan susu.

Kedua sumber protein tersebut, menurut Marudut, memiliki nilai cerna dan bioavailabilitas paling tinggi serta asam amino esensialnya lebih lengkap untuk mendukung pertumbuhan linear anak-anak. Ia menyebut, pada kenyataannya, asupan protein hewani pada anak-anak di Indonesia tergolong rendah dan kondisi tersebut berkontribusi terhadap tingginya prevalensi stunting.

"Anak yang tidak mengkonsumsi jenis protein hewani apapun memiliki risiko lebih besar untuk mengalami stunting dibandingkan dengan anak yang mengonsumsi tiga jenis protein hewani, yaitu telur, daging, dan susu," ungkap Marudut.

Dibandingkan makanan sumber protein hewani lainnya, menurut Marudut, susu adalah yang paling erat hubungannya dengan angka stunting yang rendah. Itu karena konsentrasi plasma insulin-like growth factor (IGF-I) dan IGF-I/IGFBP-3 pada anak usia dua tahun secara positif berkaitan dengan panjang badan dan asupan susunya.

Marudut mengungkapkan, di Indonesia usia pemberian susu tergolong terlambat karena banyak setelah anak berusia lebih dari satu tahun. Kondisi ini meningkatkan risiko stunting sebanyak empat kali pada anak usia 2 tahun.

Ahmad Syafiq PhD, Kepala Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan FKMUI menyatakan, perlunya analisis dan pendekatan gizi kesehatan masyarakat untuk dapat secara efektif merancang program yang berbasis bukti dan berfokus pada pencegahan. Dia mengatakan, terobosan pencegahan stunting juga perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan memberdayakan masyarakat agar semua pihak mampu terlibat secara aktif dalam upaya penurunan stunting.

“Kami berharap akan semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya asupan protein hewani dalam upaya pencegahan stunting. Dengan pola asupan gizi yang baik, diharapkan akan tercipta generasi yang sehat," ujarnya.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA