Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Bau Badan Bisa Jadi Tanda Diabetes atau Masalah Ginjal

Sabtu 21 Sep 2019 15:20 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi Bau Badan

Ilustrasi Bau Badan

Foto: Mgrol101
Faktanya, keringat tubuh tidak berbau.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seseorang akan melakukan berbagai cara menghilangkan bau pada ketiaknya. Namun, terkadang usaha tersebut sia-sia. Terlebih bagi seseorang yang kerap berkeringat atau tinggal di dekat khatulistiwa.

Namun, faktanya, keringat tubuh tidak berbau. Dokter kulit di Klinik Laser Kulit Anak dan Dewasa di Pusat Medis Spesialis Mount Elizabeth Novena Lynn Chiam menjelaskan bau keringat disebabkan bakteri yang memecah protein di dalam keringat. Terlepas dari hal itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang bisa 'lebih harum' daripada orang lain.

“Ada dasar genetik yang kuat untuk bau tubuh. Misalnya, jika Anda kekurangan gen ABCC11, Anda mungkin tidak perlu repot dengan deodoran,” kata konsultan rekanan di National Skin Center, Heng Jun Khee dilansir di CNA Life Style.

Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Bristol dan Laboratorium Epidemiologi Genetika Bristol menemukan sebagian besar orang Asia Timur dan hampir semua orang Korea kekurangan gen ABCC11. Kondisi itu berbanding terbalik dengan orang Eropa, sebab hanya dua persen dari mereka yang tidak memiliki gen tersebut.

Kendati demikian, Chiam mengatakan cuaca panas dan lembab masih dapat meningkatkan produksi keringat dan tingkat bau pada seseorang. Namun, jika Anda merasakan memiliki bau badan yang berbeda, Anda perlu mewaspadai sejumlah tanda berikut.

Baca Juga

Stres

Saat pendingin udara di kantor menyala, justru Anda merasa ketiak basah. Bisa saja, itu keringat emosional. Ketika Anda stres, karena terburu-buru mengerjakan laporan, tubuh Anda menghasilkan hormon seperti asetilkolin dan adrenalin yang bekerja pada kelenjar keringat.

“Berkeringat emosional dapat terjadi di mana saja, meskipun paling jelas di ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki," kata Chiam.

Bentuk keringat tersebut tidak tergantung pada suhu sekitar karena itu dirangsang oleh stres, ketakutan, dan rasa sakit. Jadi, jika Anda merasakan diri berbau aneh setelah pertemuan panjang, bisa jadi tubuh Anda bereaksi terhadap stres.

Tidak makan dengan baik

Ketika ada kekurangan vitamin C dalam makanan, hal itu bisa menimbulkan bau badan. Sesuatu dapat berbau salah, jika Anda kekurangan mineral seperti seng atau magnesium.

Tubuh Anda kekurangan enzim tertentu

Kekurangan enzim tertentu dalam tubuh, juga bisa menjadi biang keladi keringat bau. Namun, kondisi ini jarang terjadi.

Kondisi genetik yang disebut trimethylaminuria atau fishy-smelling syndrome, mencegah trimethylamine dalam diet kita tidak terurai dengan benar. Kondisi itu menyebabkan bau busuk yang dikeluarkan dalam keringat, urine, dan napas seseorang.

Makanan dengan kolin, seperti telur, susu, brokoli, bayam, dan tahu dapat memperburuk baunya. Biasanya tidak ada kondisi kesehatan lain yang terkait dengan kondisi tersebut, tetapi bau badan yang dihasilkan sering menimbulkan kecemasan sosial.

Perubahan hormon

Sebuah penelitian menemukan lonjakan kadar estrogen, bertanggung jawab atas perubahan tiba-tiba dalam aroma alami seseorang. “Kadar estrogen melonjak tepat sebelum ovulasi dan ini mungkin bertanggung jawab atas perubahan tiba-tiba pada bau badan,” ujar Heng.

Anda mungkin menderita diabetes, penyakit ginjal atau hati

Pasien yang menderita diabetes, penyakit ginjal, dan penyakit hati mungkin memiliki bau badan yang lebih buruk. “Pada kasus diabetes yang parah dan tidak terkontrol, yang dikenal sebagai ketoasidosis diabetikum, tubuh memecah asam lemak untuk bahan bakar,” kata Chiam.

Salah satu komponen utamanya, aseton, dapat meninggalkan aroma buah dalam nafas seseorang. Terkadang, kondisi itu dapat membuat napas yang berbau seperti pernis kuku.

Ketoasidosis diabetikum adalah keadaan darurat medis dan memerlukan perawatan medis segera. Adapun penyakit ginjal dan hati, organ-organ tersebut membantu menghilangkan racun dari sistem metabolisme. Namun, ketika organ tersebut tak berfungsi dengan baik, racun dapat menumpuk di dalam darah dan saluran pencernaan, sehingga menciptakan bau.

Anda bisa memiliki masalah tiroid

Satu fakta tentang bau tubuh adalah semakin banyak berkeringat, semakin buruk baunya. Pun keringat berlebihan yang disebabkan kondisi medis, dapat menyebabkan bau badan lebih buruk.

Salah satu masalah tersebut adalah penyakit Grave, di mana tiroid mengalami overdrive, karena kerusakan sistem kekebalan tubuh. Keringat berlebihan cenderung terjadi pada malam hari saat Anda tidur. Karena itu, penting memeriksanya saat tiroid mengatur metabolisme Anda dan menentukan detak jantung, serta tidur Anda.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA