Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Dongkrak Kunjungan Turis, Yogyakarta Andalkan Malioboro

Jumat 20 Sep 2019 18:57 WIB

Red: Nora Azizah

Kawasam Semi Pedestrian Malioboro

Kawasam Semi Pedestrian Malioboro

Foto: Republika/ Wihdan
Penataan Malioboro menuju kawasan semi pedestrian tetap diunggulkan menggaet turis.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kawasan Malioboro dan belasan kampung wisata di Kota Yogyakarta akan tetap menjadi andalan promosi wisata dari Kota Yogyakarta. Kedua tempat ini diandalkan untuk menggaet wisatawan mancanegara.

“Kementerian Pariwisata memasang target terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang). Di Kota Yogyakarta sendiri, kawasan Malioboro dan nantinya kampung wisata akan menjadi andalan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Maryustion Tonang di Yogyakarta, Jumat (20/9).

Menurut dia, penataan yang sudah dilakukan di kawasan Malioboro untuk menuju kawasan semi pedestrian akan menjadi magnet bagi wisatawan. Wisatawan bisa menikmati suasana serta keunikan yang ditawarkan Malioboro.

“Pedestrian yang nyaman di Malioboro menjadi hal yang bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung, termasuk wisatawan mancanegara. Apalagi, di kawasan ini juga dekat dengan sejumlah objek wisata budaya seperti Keraton Yogyakarta,” katanya.

Selain itu, lanjut Maryustion, upaya untuk menambah waktu tinggal wisatawan juga terus dilakukan dengan memperbanyak atraksi wisata saat malam hari. Salah satunya adalah menambah jam operasional Pasar Beringharjo. Saat ini, rata-rata waktu tinggal turis di Yogyakarta hanya mencapai dua hari.

“Pasar Beringharjo yang buka sampai malam hari bisa menambah lama tinggal wisatawan. Nantinya, akan ada penambahan-penambahan atraksi wisata lain di malam hari,” katanya.

Sedangkan untuk kampung wisata, Tion mengatakan, potensi yang dimiliki 17 kampung wisata di Kota Yogyakarta perlu terus ditingkatkan, khususnya dari segi kualitas. Dengan demikian, setiap kampung wisata memiliki karakter unik yang tidak akan ditemukan di kampung atau desa wisata lain.

“Setiap kampung wisata sangat potensial menarik minat wisatawan mancanegara, asalkan ada ‘core business’ yang jelas untuk dikembangkan. Harus ada karakter yang muncul sehingga atraksinya pun unik,” katanya.

Selain menguatkan potensi wisata di Kota Yogyakarta, merealisasikan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara juga diperlukan dengan pembuatan paket-paket wisata menarik. “Paket wisata ini tidak hanya sebatas mengunjungi objek wisata di Yogyakarta saja tetapi juga ke objek wisata lain di kabupaten sekitar,” katanya.

Berdasarkan statistik kepariwisataan DIY pada 2018, disebutkan bahwa jumlah objek wisata di DIY mencapai 185 objek wisata dengan kunjungan wistawan mancanegara sebanyak 600.012 orang, dan wisatawan nusantara mencapai 25,9 juta orang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA