Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Kabut Asap Bawa Partikel Debu, Ayo Cuci Hidung!

Jumat 20 Sep 2019 16:54 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pemandangan kota yang terpapar kabut asap di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (20/9/2019).

Pemandangan kota yang terpapar kabut asap di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (20/9/2019).

Foto: Antara/Bayu Pratama
Mencuci hidung bisa membersihkan saluran napas dari kabut asap yang berpartikel debu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabut asap masih mengepung sejumlah provinsi di Indonesia, termasuk Jambi di Pulau Sumatra. Pekatnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat.

Baca Juga

"Kabut asap yang terjadi saat ini bukan sekedar kabut asap, namun juga terdapat partikel abu, sehingga hidung yang merupakan saluran pernapasan kita perlu di bersihkan agar terhindar dari iritasi," jelas Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jambi Dr dr Herlambang.

Selain melegakan napas, menurut Herlambang, membersihkan rongga hidung dari partikel yang berterbangan di udara juga bisa mengurangi risiko dan meredakan infeksi pada hidung. Ia lantas menyebutkan bahan dan alat yang dibutuhkan untuk mencuci hidung ialah cairan Natrium Klorida (NaCl) 0,9 persen dan spuit atau alat suntik ukuran 10 atau 20 cc.

"Keduanya bisa dibeli di apotek," ungkap Herlambang.

Untuk membersihkan hidung, Herlambang menjelaskan, cairan NaCl mesti dituangkan ke dalam wadah dan kemudian disedot menggunakan spuit. Selanjutnya, cairan NaCl di dalam spuit disemprotkan ke dalam hidung.

"Saat menyemprotkan cairan NaCl ke dalam hidung, miringkan kepala, buka mulut, dan tahan napas agar tidak tersedak," kata Herlambang.

Untuk mensosialisasikan cara mencuci hidung tersebut, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jambi diterjunkan ke masyarakat. Herlambang mengimbau warga di daerah yang berkabut asap mencuci hidung mereka untuk membersihkan partikel debu yang masuk ke hidung guna menghindari iritasi dan sakit saluran pernafasan.

"Ini akan terus kami demonstrasikan kepada masyarakat dan semoga masyarakat dapat mempraktikkannya karena cukup mudah dilakukan sendiri," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA