Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Hoodies Berdesain Lubang Peluru Dikecam Penyintas

Jumat 20 Sep 2019 16:35 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Reiny Dwinanda

Hoodie koleksi jenama streetwear Bstroy menampilkan lubang peluru terinspirasi dari penembakan sekolah di AS.

Hoodie koleksi jenama streetwear Bstroy menampilkan lubang peluru terinspirasi dari penembakan sekolah di AS.

Foto: Tangkapan layar Instagram Bstroy
Bstroy merancang hoodies berlubang peluru terinspirasi dari penembakan sekolah di AS.

REPUBLIKA.CO.ID, VIRGINIA -- Desain hoodies yang menampilkan gambar lubang peluru mendapat kecaman dari para penyintas. Hoodies itu juga bertuliskan nama-nama sekolah yang mengalami penembakan di AS, yakni Sandy Hook, Stoneman Douglas, Columbine dan Virginia Tech.

Merek fashion Bstroy mengunggah foto-foto desain yang memancing kemarahan tersebut ke Instagram pada Senin lalu. Para korban selamat mengungkapkan emosi mereka di media sosial Bstroy.

Dalam unggahan hoodie bertuliskan Stoneman Douglas, korban selamat Kyle Kashuv menulis, "Saya hanya ingin mengatakan, apa sebenarnya yang salah dengan Anda. Memonetisasi penembakan di sekolah. Menjijikkan."

Di foto hoodie Sandy Hook, The Vicki Soto Memorial Fund, sebuah halaman peringatan untuk seorang korban menulis kritik panjang.

"Sebagai keluarga Sandy Hook, apa yang Anda lakukan di sini benar-benar menjijikkan, menyakitkan, salah, dan tidak sopan. Anda tidak akan pernah tahu apa yang dialami keluarga kami setelah Vicki meninggal melindungi murid-muridnya. Rasa sakit kami tidak bisa digunakan untuk pakaianmu.". Demikian pernyataan The Vicki Soto Memorial Fund, dilansir USA Today, Jumat (20/9).

Sandy Hook Promise, organisasi nirlaba yang dipimpin oleh kerabat korban penembakan Sekolah Dasar Sandy Hook 2012 telah merilis iklan kampanye "Back-to-School Essentials" yang menggambarkan berbagai perlengkapan sekolah yang dapat dipakai untuk menyelamatkan diri dari adanya penembakan atau kejahatan di sekolah.

Baca Juga

 

 

 

 

 

View this post on Instagram

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bstroy Season 5 SS20 SAMSARA. Photography : @nateshuls @kusumadjaja

A post shared by Bstroy (@bstroy.us) on


Kampanye itu ditujukan untuk mencegah adanya penembakan serupa di sekolah. Adanya iklan hoodie dengan lubang peluru itu juga menimbulkan kemarahan pihak lembaga ini.

"Fakta bahwa seorang desainer mencari untung dengan mengagungkan kekerasan sekolah yang menewaskan anak-anak kita, Dylan dan Daniel, dan kematian banyak lagi, sangat menjijikkan dan sangat menyebalkan," kata Nicole Hockley dan Mark Barden, direktur pelaksana Sandy Hook Promise.

Juru bicara Sandy Hook Promise, Aimee Thunberg, mengatakan bahwa Nicole masih memiliki kemeja penuh lubang peluru yang dikenakan Dylan pada hari anak malang tersebut meninggal.

"Baju itu suci, dan bagi seseorang untuk berpura-pura menciptakan sesuatu seperti itu, untuk keuntungan mereka sendiri, itu tidak pantas," kata Thunberg dilansir AP.

Namun, pendiri jenama streetwear Bstroy, Dieter Gram, mengatakan bahwa hoodies kreasinya tidak diniatkan untuk dijual eceran. Itu hanyalah koleksi untuk peragaan busana.

Selain itu, dia melihat kesamaan antara iklan Sandy Hook dan apa yang dia gambarkan sebagai upaya artistik perusahaannya untuk membawa perhatian pada kekerasan senjata dan menghormati para korbannya.

"Saya pikir itu dilakukan dengan sangat baik. Saya mendukungnya, dan saya pikir siapa pun yang mendukung video itu harus melihat apa yang kami coba lakukan dengan karya seni kami."kata Grams tentang iklan Sandy Hook.

Grams mengklaim, Bstroy juga mendapat reaksi positif, termasuk dari orang-orang yang tersentuh oleh penembakan di sekolah-sekolah yang disebutkan di hoodies.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA