Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Waspada, Gejala Biasa Ini Mungkin Disebabkan Hipotiroid

Kamis 19 Sep 2019 12:53 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Indira Rezkisari

Mudah lelah adalah salah satu gejala hipotiroid.

Mudah lelah adalah salah satu gejala hipotiroid.

Foto: pixabay
Tidak tahan dingin, mudah lelah, depresi bisa jadi gejala hipotiroid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hipotiroid merupakan kelainan fungsi pada kelenjar tiroid di mana kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu ini tidak memproduksi hormon tiroid yang cukup. Rendahnya produksi hormon tiroid akan membuat aktivitas sel-sel dan organ tubuh melambat.

Kondisi hipotiroid dapat memicu terjadinya peningkatan kadar kolesterol. Kadar kolesterol yang tinggi ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan jantung di kemudian hari.

"Umumnya yang kita khawatirkan (risiko masalah) jantung," jelas spesialis penyakit dalam RS Pondok Indah - Puri Indah dr Muhammad Ikhsan Mokoagow MMedSci SpPD FINASIM, di Jakarta.

Akan tetapi, kondisi hipotiroid seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Hal ini dikarenakan gejala-gejala yang muncul cenderung tidak khas dan tampak 'biasa' bagi masyarakat awam.

"Cuma merasa biasa, lemas," lanjut Ikhsan mencontohkan.

Beberapa gejala dari hipotiroid adalah jumlah keringat sedikit, kulit kering atau kasar, tidak tahan pada suhu dingin, peningkatan berat badan dan sulit buang air besar atau konstipasi. Gejala-gejala lainnya adalah gerakan lamban, rambut menipis, kelelahan, nyeri otot atau sendi, depresi, hingga menstruasi yang tidak teratur.

"Kalau curiga pada berat badan yang naik, kecapekan, lemas, kulit kering, (atau gejala lainnya) boleh cek," jelas Ikhsan.

Salah satu cara untuk mendiagnosis kelainan pada tiroid ialah dengan menilai keluhan atau gejala serta riwayat keluarga. Setelah itu adalah pemeriksaan fisik pada leher dan seluruh tubuh. Akan tetapi, tidak semua kelainan fungsi pada kelenjar tiroid disertai dengan benjolan di area leher.

Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis adalah melalui pemeriksaan laboratorium TSHs dan FT4. Pada hipotiroid, kadar T3 dan T4 terlihat rendah sedangkan TSH naik. T3 dan T4 adalah jenis hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Selain itu, pemeriksaan melalui USG dan thyroid scan juga dapat dilakukan.

Terapi pada hipotiroid bertujuan untuk menanggulangi kekurangan produksi hormon tiroid di dalam tubuh. Oleh karena itu, terapi yang dapat diberikan adalah tablet hormon tiroid sintetis.

"Pada hipotiroid, tiap hari minum obatnya karena fungsinya itu mengganti hormon yang kurang," ungkap Ikhsan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA