Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Ssstt, Sebaiknya Jangan Bilang Ini ke Ibu Hamil...

Rabu 18 Sep 2019 13:04 WIB

Red: Nora Azizah

Ibu hamil/ilustrasi

Ibu hamil/ilustrasi

Foto: occupycorporatism.com
Beberapa topik pembicaraan justru akan berujung stres pada ibu hamil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap perempuan yang sedang hamil butuh dukungan dari suami dan orang-orang terdekat. Hal ini tentu saja diperlukan agar proses kehamilan berjalan lancar hingga persalinan tanpa diwarnai stres yang bisa berdampak pada janin.

Baca Juga

Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak diucapkan langsung pada perempuan yang sedang mengandung. Beberapa topik pembicaraan sebaiknya dihindari demi menjaga emosional si calon ibu.

Psikolog keluarga Putu Andani mengingatkan pada orang-orang yang memiliki kerabat hamil untuk berhati-hati dalam memilih topik pembicaraan agar tidak berujung pada sakit hati. "Tidak perlu komentari hal personal seperti ukuran tubuh. Kita tidak bilang, mereka juga tahu kok," kata Putu di Jakarta, Selasa (17/9).

Hal lain yang sebaiknya tak perlu dibicarakan adalah cerita tentang pengalaman-pengalaman negatif seputar kehamilan. Topik-topik tersebut, misalnya kondisi bayi yang tidak optimal hingga proses melahirkan yang bermasalah. Alih-alih memberi informasi, bentuk perhatian seperti itu justru membuat ibu hamil jadi takut dan stres.

Saran lain dari Putu, jangan terlalu berlebihan dalam memberikan saran medis terhadap ibu hamil karena dia lebih tahu tentang kondisinya sendiri. Ibu hamil juga bisa langsung berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan jawaban yang lebih tepat.

"Kita perlu menciptakan suasana positif, bicarakan hal yang menyenangkan," ujar Putu.

Berikan perhatian-perhatian sederhana pada teman atau kerabat hamil, sebagai contoh dengan membantu memberi tempat duduk, membawakan belanjaan berat atau sekadar mengambilkan air minum. Kiat selanjutnya dari Putu, ibu hamil yang ingin mencegah stres selama mengandung juga sebaiknya bijak menggunakan media sosial.

"Kadang ketika follow orang yang gaya hidupnya ingin kita tiru, bukan terinspirasi, tapi malah iri. Kalau sudah tahu tingkat stres tinggi, tidak usah follow yang bisa memancing emosi," ujar Putu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA