Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Belanja di Freshhippo, Supermarket Berbasis Teknologi

Rabu 18 Sep 2019 08:40 WIB

Red: Indira Rezkisari

Setiap produk yang dijual di Freshhippo dilengkapi kode QR yang bila dipindai akan mengungkap detail produk. Mulai dari asal, sertifikat, hingga detail anjuran pengolahan.

Setiap produk yang dijual di Freshhippo dilengkapi kode QR yang bila dipindai akan mengungkap detail produk. Mulai dari asal, sertifikat, hingga detail anjuran pengolahan.

Foto: Republika/Indira Rezkisari
Teknologi membantu menganalisis pemilihan produk yang digemari pelanggan Freshhippo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Transformasi digital sudah terjadi di pasar basah atau pasar tradisional di kota-kota Cina. Transformasi serupa pun merambah supermarket di China.

Transformasi digital namun tidak mematikan toko dengan bangunan fisik. Ternyata dalam urusan belanja bahan pangan dan kebutuhan rumah, masyarakat masih tetap menyukai datang langsung.

Freshhippo adalah nama supermarket yang diinkubasi Alibaba sejak tahun 2015. Sejak saat itu seluruh supermarket Freshhippo mengadopsi operasional berbasis digital. Pengunjung akan mendapatkan pengalaman belanja ritel 3 in 1.

photo

Baca Juga

Label harga produk di Freshhippo dibuat digital. Harga bisa berubah tergantung situasi.


Director Corporate Affairs Alibaba Group, Dian Safitri, mengatakan, konsep 3 in 1 berarti pengunjung merasakan layanan berbasis teknologi di dalam toko, pengalaman mengonsumsi produk dalam toko, dan pemenuhan pesanan daring. Yang terakhir disebut karena toko juga berfungsi sebagai gudang.

Ketika Republika.co.id berkesempatan mengunjungi salah satu gerai Freshhippo di Hangzhou, Cina, pekan lalu (12/9) seakan tidak ada yang berbeda dari supermarket tersebut dengan supermarket biasa. Selaiknya supermarket, barang-barang tertata di rak. Disusun berdasarkan kategori.

Perbedaan terasa ketika menemukan harga barang di sana ternyata berbasis digital. Artinya harga barang bisa berubah tergantung situasi. Di label harga juga tertera kode QR. Ketika dipindai, akan tertera beragam detail produk. Mulai dari asal mula hingga saran penggunaan atau pengolahan produk.

"Freshhippo ini bisa diakses juga secara daring, pelanggan bisa berbelanja lewat aplikasi lalu memilih barang dan diantar ke tempat yang mereka. Karena itu ada gerai Freshhippo yang 80 persen pembelinya adalah pembelanja daring," terang Dian.

photo

Setelah berbelanja pengunjung Freshhippo bisa melakukan pembayaran sendiri atau kasir self service menggunakan mesin. Dan mengemas sendiri barang yang dibelinya pula.


Pelanggan juga bisa datang ke supermarket, memilih produk yang mereka suka lalu memilih barang diantar menggunakan layanan jasa antar milik Alibaba. Artinya, pelanggan bisa pulang tanpa menenteng barang sama sekali.

Layanan antar di Freshhippo melayani pelanggan dalam radius 3 km. Janjinya, barang akan diantarkan paling lambat setelah 30 menit pesanan dibayar. Saat pesanan tiba melalui aplikasi, petugas memiliki waktu dua menit untuk memilih produk, tujuh menit untuk mengemasnya di gudang, lalu tas belanjaan siap diantarkan setelah sensor diaktifkan. Setelah pesanan siap maka barcode di tas pengantaran akan disesuaikan dengan kode pemesanan.

Harga barang di Freshhippo dikatakan Dian coba dibuat semurah mungkin. "Kami menghilangkan alur distributor dan mengambilnya langsung dari produsen, itu yang membuat harga bisa lebih murah," katanya.

Tak tanggung-tanggung Freshhippo bahkan memiliki produk yang diimpor langsung dari sumbernya. Seperti king crab dari Alaska. Harganya pun bisa 70-80 persen lebih murah.

photo

Untuk menjaga kesegaran sejumlah produk hanya akan dijual satu hari dan diberi label berdasarkan hari penjualan. Biasanya produk yang dijual satu hari dikemas dalam ukuran terbesar 400 gram.


Penggunaan big data dan cloud juga menjadikan produk yang dijual disesuaikan dengan analisa data. "Misalnya ada hari-hari tertentu berdasarkan analisa diketahui pisang lebih laris, maka produk pisang akan dijual di rak paling depan," kata Dian.

Penggunaan data tersebut membuat susunan rak bisa berubah tiap hari. Mempengaruhi pula faktor pengepakan produk. Khusus produk segarnya, bahkan ada produk segar yang hanya akan dijual satu hari dan dibuang esok harinya. Biasanya produk tersebut dijual dalam ukuran kecil 350-400 gram dan dibungkusnya diberi nama hari di depannya. Seperti sawi yang kemarin saat Republika.co.id lihat hanya dijual di hari Kamis dan dibuang di hari Jumat demi menjaga kesegaran.

Proses pembayaran di Freshhippo juga dilakukan secara self service. Setelah berbelanja pengunjung cukup memindai kode QR produk ke mesin lalu membayarkan menggunakan Alipay, atau dompet digital dari Alibaba. Setelah itu barang-barang tinggal dimasukkan kantong belanja untuk dibawa pulang.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA