Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Disfungsi Ereksi Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Selasa 17 Sep 2019 22:39 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Konsultasikan masalah disfungsi ereksi pada dokter/ilustrasi

Konsultasikan masalah disfungsi ereksi pada dokter/ilustrasi

Foto: webmd.boots.com
Disfungsi ereksi merupakan tanda awal dari buruknya sirkulasi darah di tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laki-laki dengan masalah disfungsi ereksi cenderung lebih berisiko terhadap penyakit jantung. Tak hanya itu, pria yang mengalaminya juga lebih rentan terserang strok serta kematian dini.

Hal ini diungkapkan oleh tim peneliti dari The Second Affiliated Hospital of Nanchang University di Cina yang telah menganalisis 25 studi. Seluruh studi ini melibatkan total partisipan lebih dari 154 ribu laki-laki dewasa.

Menurut studi tersebut, laki-laki dengan masalah disfungsi ereksi memiliki risiko 59 persen lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang tak punya masalah serupa. Laki-laki impoten juga memiliki risiko 34 persen lebih tinggi terhadap strok dan risikonya mengalami kematian dini sekitar 33 persen lebih tinggi.

Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan laki-laki untuk mencapai atau mempertahankan ereksi saat berhubungan intim. Diperkirakan, ada lebih dari 100 juta pria di dunia yang mengalami masalah tersebut. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 300 juta pada 2025.

Hubungan antara disfungsi ereksi dan penyakit jantung sebenarnya sudah lama terkuak. Akan tetapi, sebelumnya tidak diketahui secara pasti seberapa besar hubungan di antara keduanya. Penelitian terbaru ini memberikan jawaban yang jelas mengenai seberapa besar pengaruh disfungsi ereksi terhadap risiko penyakit jantung, strok, dan kematian dini.

Laki-laki berusia di atas 55 tahun memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami disfungsi ereksi. Selain itu, risiko disfungsi ereksi juga lebih tinggi pada pria perokok maupun pengidap diabetes mellitus.

Tim peneliti mengungkapkan bahwa kesulitan ereksi dapat menjadi tanda awal dari buruknya sirkulasi darah di tubuh. Baik disfungsi ereksi maupun penyakit jantung seringkali dipicu oleh penumpukan plak pada arteri yang dikenal sebagai aterosklerosis. Mengingat diameter arteri pada penis lebih kecil dibandingkan arteri pada jantung, masalah disfungsi ereksi cenderung muncul lebih dahulu sebelum tanda-tanda penyakit kardiovaskular muncul.

"Bila disfungsi ereksi muncul sebagai pola berulang, laki-laki perlu memberikan perhatian besar terhadap potensi terkena penyakit jantung," ungkap Dr Ron Blankstein dari Brigham and Women's Hospital seperti dilansir Mail Online.

Untuk melawan risiko disfungsi ereksi dan penyakit jantung, penting bagi laki-laki untuk menjauhi rokok. Alasannya, kebiasaan merokok merupakan faktor risiko yang paling berpengaruh dalam kedua masalah kesehatan ini. Penting pula bagi kaum Adam untuk menerapkan pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan menurunkan berat badan bila diperlukan.

"Anda perlu memperhatikan faktor risiko yang mendasari penyakit jantung, (seperti) merokok, diabetes, dan kolesterol tinggi," terang Blankstein.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA