Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Konsumsi Plasenta Usai Melahirkan, Amankah?

Selasa 17 Sep 2019 16:38 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Reiny Dwinanda

Alicia Silverstone, salah seorang selebritas Hollywood yang mengonsumsi plasenta usai melahirkan.

Alicia Silverstone, salah seorang selebritas Hollywood yang mengonsumsi plasenta usai melahirkan.

Foto: EPA
Sejumlah selebritas Hollywood mengonsumsi plasenta setelah melahirkan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sepekan sejak melahirkan putranya, Christina Anstead menceritakan bahwa dia dapat mengatasi keluhan pascapersalinan dengan mengonsumsi plasenta. Dalam Instagram Story-nya selama akhir pekan, bintang HGTV ini menunjukkan sebotol kapsul abu-abu berisi plasenta.

"Pertama kali saya mencobanya dan saya pikir kapsul plasenta ini berhasil," tulisnya melengkapi foto putranya Hudson London yang tidur di keranjang bayi.

Bagaimana cara kerja plasenta secara persis dalam membantu pemulihan pascapersalinan masih tidak jelas, tetapi Anstead bukan satu-satunya selebritas yang melakukan hal ini. Dilansir USA Today, Senin (16/9) Hilary Duff, Chrissy Teigen, Kim Kardashian West, Katherine Heigl, Alicia Silverstone, dan January Jones telah menelan plasenta mereka, baik dalam bentuk pil, smoothie, atau dengan metode lain.

Bahkan ada yang mengkonsumsinya dengan mencampur dengan minuman alkohol, atau memakannya dengan coklat truffle. Plasenta adalah organ antara ibu dan anak yang menyediakan nutrisi dan dukungan bagi janin dari ibu.

Para pendukung metode ini mengatakan memakan plasenta dapat meningkatkan suasana hati dan energi pada ibu baru. Mengonsumsi plasenta juga dikatakan dapat mengurangi rasa sakit dan meningkatkan produksi ASI. Namun, American College of Obstetricians dan Gynaecologists (ACOG) tidak memiliki pendapat tentang makan plasenta.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan, mengonsumsi plasenta berbahaya bagi bayi baru lahir. Otoritas Kesehatan Oregon mendokumentasikan kasus Pada 2016 tentang bayi yang terjangkit bakteri B Streptococcus setelah sang ibu menelan pil plasenta yang terkontaminasi.

CDC juga menyatakan bahwa bukti ilmiahnya tidak memadai untuk mendukung klaim bahwa mengonsumsi plasenta bermanfaat. CDC menyarankan untuk tidak meminum pil plasenta karena prosesnya tidak menghilangkan patogen berbahaya, seperti salmonella, yang dapat membuat ibu atau bayi jatuh sakit.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA