Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Riset: Kanker Penyebab Kematian Tebanyak Negara Maju

Rabu 04 Sep 2019 07:14 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Nora Azizah

Pasien Kanker / Ilustrasi

Pasien Kanker / Ilustrasi

Foto: 1vitaplus.com
Kanker menjadi penyebab kematian terbanyak mengalahkan penyakit jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sejumlah peneliti yang memuat temuannya di The Lancet medical journal menemukan bahwa penyebab kematian terbesar di sejumlah negara maju kini tidak lagi penyakit jantung, melainkan kanker. Jika tren ini tak berubah, dalam bebrapa dekade kedepan diperkirakan kanker akan menjadi penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia.

Pemempin riset tersebut, Profesor Gilles Dagenais, pada Selasa (3/9), mengatakan kepada Reuters, saat ini memang penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu. Jumlahnya sekitar 17,7 juta dari total 55 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2017.

Namun, kata dia, tren itu sudah mulai berubah pada negara maju. Di mana, kini kanker yang menjadi penyebab kematian terbanyak. Bahkan jumlahnya dua kali lipat dibandingkan kematian oleh penyakit jantung.

Sedangkan untuk penyebab kematian di seluruh dunia, lanjut Dagenais, kanker kini telah menempati posisi kedua. Presentasenya sekitar 26 persen atau sekitar 14,3 juga kematian.

"Ketika kematian akibat penyakit jantung terus menurun, kanker kemungkinan bisa menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia dalam beberapa dekade kedepan," ujar Dagenais yang merupakan profesor di Universitas Quebec's Laval, Kanada, itu.

Daegenais menambahkan, menurunnya angka kematian akibat penyakit jantung di negara maju disebabkan penanganan medis yang sudah mumpuni. Seperti tersedianya perawatan ataupun obat untuk menekan kolestrol dan tekanan darah.

Sedangkan di negara berkembang ataupun negara berpendapatan rendah, kata dia, penanganan medis unutk penyakit jantung masih belum terlalu mumpuni. Oleh karena itu, kematian karena penyakit jantung masih tinggi.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA