Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Busana Berdesain Sederhana Lebih Dilirik Konsumen

Kamis 12 Sep 2019 19:25 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nora Azizah

Desainer Jenahara Nasution digandeng label SUQMA menghadirkan koleksi busana Muslim yang terinspirasi dari Maroko.

Desainer Jenahara Nasution digandeng label SUQMA menghadirkan koleksi busana Muslim yang terinspirasi dari Maroko.

Foto: dok Suqma
Pakaian dengan model yang lebih sederhana bisa digunakan dalam banyak acara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini masyarakat lebih senang menggunakan pakaian-pakaian yang simpel. Tren busana lebih mengarah pada pengenaan yang mudah dikenakan dan bisa dipadu-padan dengan mudah.

Baca Juga

"Mudah buat untuk mix and match, bisa digunakan buat banyak acara juga," ujar desainer busana Jenahara Nasution di kantor Suqma, Kamis (12/9).

Pakaian tersebut seperti kemeja dan celana polos yang biasa digunakan ke kantor. Namun, ketika diberikan sentuhan outer akan menampilkan bentuk tampilan yang berbeda.

Pakaian-pakaian tersebut saat ini lebih banyak dipilih karena memudahkan Muslim untuk beraktivitas. Terlebih lagi bagi perempuan yang banyak melakukan kegiatan yang berbeda setiap harinya, sehingga tidak ingin dibuat bertambah ribet.

Meski pakaian yang simpel dan bisa dipadu-padankan berkembang, direktur kreatif Suqma ini mengatakan, sebenarnya saat ini tidak ada tren yang sangat menonjol. Hal itu terjadi karena setiap tren saat ini sedang mengambil tempatnya masing-masing.

"kalau aku suruh identifikasi tren, ini semua lagi trending, yang hijab lebar tren, yang warna pastel tren, yang monokrom tren, yang sport juga tren, dan ini yang justru bikin unik," ujar Jenahara.

Dengan keberagaman tren yang berkembang, justru menjadi keunikan tersendiri bagi industri busana Muslim di Indonesia. Setiap orang bisa memilih gaya berbusana yang tepat, tanpa perlu merasa ketinggalan zaman karena tidak mengikuti tren yang ada.

"Semuanya masih tren, makanya desainer punya desain yang berbeda-beda karena marketnya juga masing-masing," kata Jenahara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA