Rabu, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Rabu, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Cara Sederhana Menurunkan Berat Badan

Rabu 11 Sep 2019 00:59 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Nora Azizah

Diet (Ilustrasi)

Diet (Ilustrasi)

Foto: Allwomenstalk
Kita diminta untuk sadar terhadap asupan kalori.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebanyakan orang mungkin sudah berniat menjadikan penurunan berat badan sebagai progress tahunan. Namun demikian itu bukan hal yang mudah dilakukan, seiring dengan tantangan dan tugas di lingkungan modern, di mana makanan enak dan berenergi saat ini dapat mudah didapat.

Baca Juga

Namun nyatanya, banyak juga orang yang makan berlebihan selama periode liburan, khususnya ketika diet, tetapi bisa mendapat setengah dari kalori yang dibutuhkan sepanjang hari. Dilansir dari sciencealert, Selasa (10/9), ada penelitiannya terbaru, di mana makan berlebih bisa tidak terdeteksi, bahkan ketika asupan energinya meningkat. Dalam studi tersebut makan berlebih dengan kalori sekitar 150 persen juga tidak akan mengubah selera makan peserta.

Pengujian yang dilakukan itu berdasarkan peringkat nafsu makan dan kadar hormon spesfik yang mengatur nafsu makan. Dalam temuan tersebut menunjukan bagaimana tubuh bisa gagal untuk menyesuaikan dengan kalori tambahan ini. Ini menunjukkan bahwa, sadar pada asupan kalori merupakan hal penting, karena periode singkat pada makan berlebihan secara tidak sengaja, bisa menyebabkan kenaikan berat badan atau mengganggu penurunan berat badan.

Demikian pula, makan berlebihan pada akhir pekan dapat dengan mudah menggagalkan diet ketat yang dipertahankan pada hari kerja. Namun faktanya, memahami mudahnya makan berlebihan, tidak berarti bahwa penurunan berat badan tidak dapat dicapai. Untuk mendukung hal tersebut, anda juga harus melakukannya diiringi dengan olah raga rutin.

Perubahan pola makan dan gaya hidup yang benar akan menghasilkan dan mempertahankan penurunan berat badan. Terkait hal tersebut, berolahraga faktanya dapat melengkapi perubahan pola makan dan membantu meminimalkan peningkatan lapar yang dialami akibat berdiet. Sebab, olahraga tidak menyebabkan peningkatan rasa lapar yang sama dengan diet, meskipun akan menciptakan defisit energi untuk penurunan berat badan.

Selama penelitian dan pelacakan dalam kurun waktu enam tahun ini, mengungkapkan bahwa orang-orang yang mempetahankan penurunan berat badannya, dikarenakan aktivitas fisik mereka meningkat 160 persen. Sedangkan mereka yang mendapati pengurangan berat badan, hanya meningkatkan aktivitas fisik sebesar 34 persen.

Selain itu, untuk mendukung proses lanjutan diperlukan juga fleksibilitas, terlepas dari pilihan diet mana yang akan dipilih. Sebab, sebagian besar diet pastinya membutuhkan kompromi.

Jika anda menyadari tubuh yang tidak akan merespons pada peningkatan asupan kalori, berarti anda dapat menyesuaikan perilaku untuk menghindari atau mengimbangi makan berlebih. Misalnya dengan lebih memperhatikan pilihan makanan, atau meningkatkan tingkat olahraga untuk mengatasi kelebihannya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA