Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Universitas Cambrige Hilangkan Menu Daging Demi Emisi Karbon

Selasa 10 Sep 2019 23:20 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Salah satu diet yang bisa dicoba adalah diet daging, beberapa orang justru berhasil menurunkan berat badan dengan pola makan ini.

Salah satu diet yang bisa dicoba adalah diet daging, beberapa orang justru berhasil menurunkan berat badan dengan pola makan ini.

Foto: pixabay
Keputusan hilangkan menu daging berasal dari kebijakan pangan berkelanjutan Cambrigde

REPUBLIKA.CO.ID, CAMBRIDGE -- Universitas Cambridge telah secara signifikan mengurangi emisi karbon yang terkait dengan makanan. Kampus ini memutuskan untuk mengeluarkan daging sapi dan domba dari daftar hidangan.

Pada tahun 2016, lembaga akademis terkemuka ini memutuskan untuk membuang daging merah sama sekali dari hidangan kampus. Penerapan ini pun dibarengi dengan lebih memperbanyak hidangan nabati.

Langkah ini diterapkan sebagai bagian dari Kebijakan Pangan Berkelanjutan Cambridge. Fokus universitas pun hanya mengonsumsi ikan yang dihasilkan dari sumber yang berkelanjutan.

Menurut laporan baru yang dilakukan oleh layanan katering dalam universitas, University Catering Service (UCS), tim katering Cambridge telah memangkas emisi karbon keseluruhan sebesar 10,5 persen dari keputusan tersebut. UCS melayani 14 tempat makan di kampus universitas dan lebih dari 1.500 acara perhotelan setiap tahun.

Laporan yang berjudul Our Sustainable Food Journey ini memperlihatkan pengurangan emisi karbon terjadi di tengah peningkatan jumlah makanan yang dibeli. UCS juga mencatat penurunan 33 persen dalam emisi karbon per kilogram makanan yang dibeli dan 28 persen pengurangan penggunaan lahan per kilogram makanan yang dibeli.

Untuk membuat semakin banyak pilihan vegan menarik bagi komunitas universitas, para koki diberikan kelas khusu untuk memasak hidangan nabati. Pilihan vegan dan vegetarian juga ditempatkan secara strategis di kantin untuk mendorong pelanggan membelinya di atas opsi daging yang tersisa, yaitu daging babi dan ayam.

"Jika Anda pergi ke sebagian besar restoran, mereka akan menempatkan 'V' untuk vegetarian atau memberi label sesuatu sebagai vegan. Kami tidak melakukan itu, kami hanya memasukkan apa yang ada di dalamnya. Anda menggunakan mata Anda, hidung Anda. Jika Anda melihat sesuatu dan berpikir 'Wow, itu terlihat bagus', Anda tidak pertama-tama berpikir 'Apakah ada daging sapi di dalamnya?" ujar manajer katering Paula Whit, dikutip dari Independent Selasa (10/9).

Kepala UCS Nick White mengatakan, pengorbanan harus dilakukan untuk mengimplementasikan perubahan itu. Langkah ini pun dilakukan atas dorongan dari profesor Ilmu Konservasi di Universitas Cambridge Andrew Balmford.

"Keberlanjutan sangat penting bagi siswa dan staf kami dan kami ingin memastikan tidak hanya menanggapi kebutuhan mereka, tetapi, mendorong apa yang dianggap mungkin dalam lingkungan katering," kata White.

White menjelaskan, manajer katering Universitas dalam waktu yang sangat singkat secara drastis telah mengurangi jejak lingkungan yang diberikan. Mereka mampu untuk mengeluarkan daging dari menu-menu, sehingga dapat menurunkan limbah makanan dan menghilangkan ikan yang dipanen secara tidak berkelanjutan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA