Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Ikan Asin Air Tawar, Oleh-Oleh Khas Lampung

Selasa 10 Sep 2019 09:37 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Pembudidaya ikan keramba Waduk Kedung Ombo memindahkan ikan mati dari keramba di Desa Ngasinan, Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah, Senin (1/7/2019).

Pembudidaya ikan keramba Waduk Kedung Ombo memindahkan ikan mati dari keramba di Desa Ngasinan, Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah, Senin (1/7/2019).

Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Ikan air tawar diolah menjadi ikan asin agar tahan lama.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Ikan asin air tawar menjadi salah satu varian oleh-oleh khas daerah Cakat di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Daerah ini dapat dikembangkan menjadi sentra oleh-oleh.

Baca Juga

"Di sini merupakan sentra penjualan ikan asin air tawar, ada ikan baung, nila, sepat, gabus, dan juga ada ikan asap semua asli tangkapan warga dan biasanya jadi oleh-oleh," ujar Lina, salah seorang pedagang ikan asin air tawar diCakat,Tulang Bawang, Selasa (10/9).

Ikan air tawar tangkapan warga dari sungai Tulang Bawang diolah menjadi ikan asin agar tahan lama. Usaha ini telah ia geluti sejak lama.

"Sudah lama sekali saya dan pedagang lain menekuni usaha ikan asin air tawar di pinggir jalan, semua barang dagangan adalah hasil olahan kami sendiri kecuali kerupuk dan terasi," katanya.

Menurutnya, harga ikan asin berbeda-beda sesuai jenis dan cara pengolahan. Salah satu yang berbeda adalah ikan asap yang harganya terkadang jauh lebih mahal dari pada ikan biasa.

"Harga ikan berbeda-beda, ikan asin nila Rp 10 ribu per plastik,ikan gabus Rp 15 ribu per plastik sedangkan yang paling mahal ikan baung asap dengan harga Rp 100 ribu," katanya.

Menurutnya, harga ikan asap jauh lebih mahal karena proses pengasapan yang membutuhkan waktu lama. Selain itu, stok ikan asap yang dibuat tidak terlalu banyak karena tingkat kesulitan dalam proses produksi lebih tinggi.

"Biasa di tempat lain banyak yang menjual ikan asin laut, tetapi hanya di Cakat yang menjual ikan asin air tawar karena di sini jauh dari laut tetapi dekat dengan sungai, dan ini jadi salah satu buah tangan khas daerah Cakat," katanya.

Menurutnya, ikan asin air tawar harganya akan murah bila stok melimpah. Salah satunya ketika sungai meluap. Bila sungai mengering seperti saat ini produksi ikan asin air tawar tidak terlampau banyak karena persediaan ikan sedikit.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA