Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Ahli: Cegah Kecenderungan Bunuh Diri, Kenali Tanda-tandanya

Selasa 10 Sep 2019 03:55 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Depresi bisa memunculkan perasaan tidak mampu menjalani kehidupan.

Depresi bisa memunculkan perasaan tidak mampu menjalani kehidupan.

Foto: Agung Supriyanto/Republika
Dampingi dan dengarkan keluhan seseorang untuk mengurangi bebannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter spesialis kedokteran jiwa dari RSUP Fatmawati dr Dian Pitawati Sp.KJ menganjurkan masyarakat untuk mencegah sesegera mungkin orang yang ingin bunuh diri dengan mengenali tanda-tandanya.

Dalam bincang-bincang di Kementerian Kesehatan Jakarta, Senin (10/9), ia mengatakan orang yang memiliki keinginan bunuh diri diawali dengan perubahan sikap secara drastis yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

"Sebenarnya mudah. Lihat teman kita yang sudah ada perubahan mood, cenderung sedih, sering menangis, menarik diri, mudah marah, agresivitas yang belum pernah kita lihat sebelumnya," katanya.

Selain itu, kata dia, perhatikan pula ide-ide lain yang berkaitan dengan bunuh diri atau keputusasaan seperti lebih senang memegang pisau, atau menulis surat dan pesan-pesan yang sifatnya putus asa dan lain-lain.

Sebagai seorang teman atau keluarga yang paling dekat dengan seseorang seperti demikian, kata dia, hendaknya jangan menuduh orang tersebut kurang keimanan dan menyuruhnya untuk beribadah lebih giat dan rajin lagi.

Hal yang harus dilakukan, kata dia, adalah mendampinginya dan mendengarkan keluhannya untuk mengurangi beban orang tersebut hingga depresinya berkurang. "Jika masalah yang dihadapi cukup berat, sebaiknya ditemani untuk datang ke tenaga medis agar mendapat penanganan segera," katanya

Ia tidak menampik bahwa di era teknologi di mana seseorang bebas mengekspresikan dirinya di internet, seseorang yang tengah depresi juga memungkinkan untuk menyuarakan isi hatinya di media sosial.

Jika melihat kondisi seperti demikian, ia menyarankan agar "warganet" yang mengetahui hal tersebut memberikan informasi mengenai lembaga atau organisasi yang memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan jiwa.

"Hotline maupun LSM yang peduli terhadap kesehatan jiwa sudah ada banyak seperti Peduli Remaja Indonesia, Into The Light, dan lain-lain," demikian Dian Pitawati.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA