Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

AS Gaet Bintang Pop China Naikkan Jumlah Turis

Rabu 28 Aug 2019 10:16 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Artis China Jane Zhang.

Artis China Jane Zhang.

Foto: EPA
Perang dagang berimbas ke penurunan turis China ke AS.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Brand USA berkolaborasi dengan bintang pop China Jane Zhang untuk meningkatkan jumlah turis. Badan yang bertugas memasarkan Amerika Serikat (AS) sebagai destinasi wisata itu melibatkan Zhang dalam kampanye bersama Weibo bulan depan.

Perang dagang antara kedua negara yang semakin sengit membuat penurunan drastis jumlah wisatawan asal negeri tirai bambu itu ke AS. Brand USA berharap keterlibatan Zhang bisa kembali memulihkan minat pelancong seperti sebelumnya.

Zhang yang memiliki julukan "Dolphin Princess" di negaranya telah melakukan syuting untuk tayangan kampanye bertajuk "Feel the USA". Pengambilan gambar berlangsung di Las Vegas, New York, dan San Francisco.

Penyanyi dengan rentang vokal tinggi itu memiliki 42 juta pengikut di situs jejaring sosial Sina Weibo. Brand USA menolak menginformasikan jumlah investasi, tetapi menyampaikan kampanye itu memiliki nilai masif.

"(Ini adalah) inisiatif konsumen terbesar yang kami miliki dengan Weibo sejak kami mulai bekerja bersama lima tahun lalu," kata Kepala Pemasaran Brand USA Tom Garzilli, dikutip dari laman Channel News Asia.

Sebelum perang dagang, kunjungan wisatawan China ke AS tumbuh 16 persen atau lebih per tahun. Dengan memanasnya kondisi China-AS, jumlah itu turun enam persen pada 2018 dan kembali anjlok tiga persen dalam enam bulan pertama 2019.

Perubahan kebijakan visa, peringatan pemerintah tentang kekerasan senjata, dan konflik perdagangan menjadi pemicu berkurangnya pelancong. San Francisco Travel yang turut terlibat dalam kampanye juga mengonfirmasi hal itu.

Menurut San Francisco Travel, perusahaan dan agen perjalanan AS harus bekerja ekstra menyasar target wisatawan kelas menengah China. Upaya itu bakal menghabiskan 10 hingga 15 persen lebih banyak investasi dibandingkan sebelumnya.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA