Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Nama Besar Ussy tidak Otomatis Naikkan Bisnis Kulinernya

Senin 26 Agu 2019 09:11 WIB

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari

Artis Ussy Sulistiawaty dalam acara konferensi pers Bango Penerus Warisan Kuliner 2019, di Kuningan Jakarta, Kamis (22/8)

Artis Ussy Sulistiawaty dalam acara konferensi pers Bango Penerus Warisan Kuliner 2019, di Kuningan Jakarta, Kamis (22/8)

Foto: Republika/Noer Qomariah Kusumawardhani
Ussy meyakinkan konsumennya dengan memasak langsung dan rajin ada di restonya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aktris Ussy Sulistiawaty memiliki banyak segudang kegiatan. Ia sibuk mengurus keluarga, pekerjaan, dan mencari ide konten YouTube.

Ada satu hal yang juga mendapat perhatian dari Ussy. Yakni tiga bisnis kulinernya, Lurik Coffee & Kitchen, Bakoel Ussy, dan Yummieeh Ussy.

Perempuan berusia 39 tahun ini mengaku awalnya tidak sengaja membuka Lurik Coffee & Kitchen di Kemang Village Jakarta.

“Aku kan memang suka makan, memang aku pecinta kuliner Indonesia terus di rumah itu sering masak. Ide itu datang begitu saja waktu bikin Lurik,” ujar Ussy dalam acara konferensi Bango Penerus Warisan Kuliner 2019 di Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Oh ada tempat nih di mal, kosong, yuk kita sewa saja. Tapi sejujurnya aku tidak tahu mau ngapain, buka masakan apa, restoran apa,” katanya lagi.

Pada akhirnya ia memutuskan untuk membuka restoran Indonesia. Menu-menu yang tersedia di Lurik Coffee & Kitchen adalah masakan yang sering dimasak oleh Ussy di rumah. Bahkan ia melatih juru masak yang bekerja di Lurik Coffee & Kitchen.

“Kalau di Lurik ngacak makanannya benar-benar ada dari Cirebon, dari Malang, dari mana-mana yang aku biasa masak,” ujarnya.

Berbeda dengan Bakoel Ussy, istri Andhika Pratama ini mengungkapkan menu restoran keduanya justru lebih ke masakan Sunda, misalnya lalapan. Chef Bakoel Ussy yang memang membawa menu-menu makanannya.

Restoran yang ketiga, Yummieeh merupakan restoran mi dengan cita rasa khas Indonesia. Contohnya Ussy memasukkan kecombrang di dalam mi ayamnya. “Coba kalau chinese noodle nggak ada tuh kecombrang,” katanya.

Ussy mengaku tidak pernah sekolah bisnis untuk menjalankan ketiga restoran ini. Namun semenjak memiliki bisnis Dissy Cosmetics, ia melihat cara mempromosikan yang paling mudah dan paling baik adalah melalui media sosial, salah satunya dengan Instagram.

Cara mempromosikannya cukup mudah, Ussy hanya perlu makan dan memasak di restorannya. Dengan begitu konsumen akan menjadi yakin dengan menu masakan restorannya dan penasaran ingin mencoba ataupun penasaran dengan bumbu-bumbunya. Ia rutin membagikan konten itu setiap pekan di media sosialnya.

Yang terpenting bagi Ussy, pemilik restoran harus ada di restorannya sendiri. Entah itu, artis, orang biasa, atau siapapun

“Jadi tidak cukup jual nama. Kadang-kadang ‘Ini kan restoran artis’. Kalau enak mah gampang naikinnya, kalau nggak enak juga langsung dijeblosinnya cepat,” kata ibu empat anak ini.

Bagi Ussy ketika ia ada di restoran tidak ada lagi embel-embel penyanyi, presenter atau artis. Pelajaran yang ia dapat adalah justru nama artis tidak akan ada artinya untuk sebuah restoran kalau hanya menjual nama.

“Aku di situ (sebagai) pemilik restoran dan aku harus benar-benar memberikan pelayanan (pada) para pelanggan,” ujar pelantun Klik ini.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA