Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Jangan Sepelekan Infeksi, Ini Bahayanya

Ahad 25 Aug 2019 09:07 WIB

Rep: cermati.com/ Red: cermati.com

.

.

Penyakit infeksi yang perlu kamu tahu adalah menyangkut tentang diagnosis yang tepat sehingga jenis infeksi, penyebab infeksi, sampai pengobatannya, berikut ini

Infeksi terkesan sepele di mata sebagian besar orang. Tapi, tahukah kamu kalau ternyata infeksi bisa menjadi sesuatu yang serius?

Infeksi terjadi karena virus, bakteri, parasit, dan jamur yang sering disebut mikroorganisme berkembang pesat.  Mikroorganisme memang tidak sepenuhnya salah, Karena keberadaannya juga membawa manfaat untuk menguraikan sesuatu. Namun, bila menyerang bagian tertentu dari manusia, tentu mikroorganisme sangat mungkin mengganggu aktivitas.

Perlu diingat juga, penyebab infeksi tidak hanya karena mikroorganisme, penyakit infeksi juga bisa terjadi karena penularan penderitanya. Juga, bisa melalui hewan bahka sekecil serangga yang ada di sekitar. Tetaplah waspada terhadap berbagai jenis penularan yang bisa terjadi melalui kontak langsung dengan penderita, udara yang tercemar, maupun air, udara, dan juga darah.   

Fakta penyakit infeksi yang perlu kamu tahu adalah menyangkut tentang diagnosis yang tepat, sehingga jenis infeksi, penyebab infeksi, sampai pengobatan yang dijalankan bisa berjalan lancar. Ini dia:

Gejala Infeksi

gejala penyakit infeksi

Gejala seperti demam, batuk, terasa lemas, diare, dan nyeri di beberapa otot merupakan hal yang perlu diwaspadai. 

Terlebih bila sebelum mengalami gejala-gejala itu, kamu lebih dulu :

  • Mengalami pembengkakan pada bagian kulit tertentu
  • Mengalami gangguan pada penglihatan yang terjadi secara spontan
  • Mengalami demam dalam jangka waktu lama
  • Digigit hewan atau serangga
  • Mengalami sesak napas dan batuk bekerpanjangan lebih dari seminggu
  • Mengalami sakit kepala yang hebat  

Baca Juga: Penyakit Guillain Barre Syndrome: Kenali Gejala hingga Pengobatannya di Sini!

Pemeriksaan Penyakit Infeksi

Jenis Pengobatan yang Cocok untuk Penyakit Infeksi

Sesuai prosedur, untuk menjalani pemeriksaan infeksi, kamu harus melalui pengambilan sampel darah terlebih dulu. Pengambilan menggunakan jarum ini harus memperhatikan konsumsi pengencer darah penderita. Bila sedang mengkonsumsi obat pengencer darah, dihimbau berhenti lebih dulu.  

*Bila penderita termasuk yang mengalami pembekuan darah, kondisinya harus diketahui dokter. 

Pemeriksaan pada penyakit infeksi sendiri diawali dengan mendiagnosis gejala yang dialami. Selain itu, track record media penderita juga menjadi bahan pertimbangan. Misalnya meliputi penyakit yang sebelumnya pernah dialami, kondisi kesehatan saat di lingkungan keluarga dan sosial, tindakan yang pernah dijalani penderita (operasi, transplantasi, dsb), serta riwayat penggunaan obat-obatan atau perlakuan imunisasi.  

Sampel selain darah juga lazim digunakan, misalnya berasal dari urine, tinja, air liur, lendir tenggorokan, dahak, cairan otak, sampai sampel jaringan tubuh. Dilakukan pula pemeriksaan penunjang yang berguna untuk menentukan penyebab infeksinya, seperti berikut ini. Selain tes penunjang umum seperti CT scan, MRI, tes laboratorium, dsb.  

  • Apusan gram bakteri, fungsinya untuk mencari tahu posisi bakteri dan mengetahui jenisnya. Selanjutnya gram yang positif atau negatif akan menjadi penentu pengobatan berikutnya.
  • Kultur mikroba, fungsinya juga sebagai identifikasi mikroba lebih khusus lagi. Hasilnya bisa beberapa hari atau minggu karena tiap bakteri memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. 
  • Tes antibodi, fungsinya secara spesifik akan deteksi dini antibodi yang merespon mikroba penyebab infeksi.
  • Tes antigen, fungsinya untuk cari tahu penyebab infeksi yang tidak dapat dijangkau dengan tes kultur mikroba.
  • Tes resistensi terhadap antimikroba, fungsinya untuk cari tahu mikroba penyebab infeksi dan mencari tau obat antimikroba yang sesuai.
  • Tes genetik mikroba, fungsinya mencari tahu DNA atau RNA spesifik yang dimiliki mikroba yang menyebabkan infeksi. 

Jenis Obat yang Dibutuhkan Penyakit Infeksi 

Jenis Obat yang Cocok untuk Penyakit Infeksi

Ada beragam jenis obat yang bisa membantu penderita infeksi seperti antibiotik (untuk infeksi bakteri), anti viral (untuk infeksi virus), anti jamur (untuk infeksi jamur), dan anti parasit (untuk infeksi parasit). 

  • Risiko atau Efek Samping Penyakit Infeksi 

Sebenarnya jarang sekali terjadi perkembangan yang lebih kompleks dalam pemeriksaan penyakit infeksi. Namun, khusus pemeriksaan dengan metode sampel darah, ditemukan beberapa risiko yang mungkin dialami, seperti: infeksi, ruam, perdarahan, lebam, nyeri, atau sampai pingsan. 

Baca Juga: Jangan Tunggu Parah, Kenali Gejala hingga Jenis Kanker Telinga Sejak Dini

Pertahankan Pola Hidup Sehat untuk Penanganan Alami 

Dengan detil-detil tentang penyakit infkesi di atas, semoga kamu makin paham tentang seluk beluk penyakit infeksi yang sering disepelakan. Namun, tak perlu hanya mengandalkan obat-obatan yang bis amengatasi penyakit infeksi saja, kamu juga perlu untuk tetap mempertahankan pola hidup sehat untuk penangann secara alami. 

Misalnya dengan banyak mengkonsumsi air putih dari jumlah biasanya sehingga tidak rentan demam atau menggigil. Juga jaga asupan makanan dengan makanan bernutrisi baik dan sesuai dengan kondisi tubuh. Pun, tak lupa untuk menyeimbangkan waktu istirahat dengan waktu beraktivitas setiap harinya. 

Menerapkan pola hidup sehat dengan disiplin bagi penderita tentu akan mempercepat proses penyembuhan. Dan, bagi kamu yang belum pernah mengalaminya, bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Baca Juga: Selain Gejala Kanker Ovarium, Kamu juga Perlu Tahu Jenis, Faktor, Pengobatan Hingga Pencegahannya

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA