Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Mengapa Kedai Kopi Susu Makin Menjamur di Jakarta?

Ahad 25 Aug 2019 07:13 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Es kopi susu.

Es kopi susu.

Foto: Flickr
Kopi yang mudah didapat dan terjangkau dorong popularitas kedai kopi susu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Es kopi susu saat ini sedang menjadi tren. Kedai kopi susu pun makin menjamur terutama di Jakarta. Apa sih sebenarnya yang membuat kopi susu ini menjadi tren dan kedai kopi susu ini menjamur?

Baca Juga

Pengamat kopi yang juga General Manager ABDC School of Coffee, Willyanto, menjelaskan setiap tahun industri kopi terus berkembang. Perkembangannya seiring dengan tren specialty coffee  yang terus berkembang. Bahkan di ABCD School Coffee sendiri, sekitar 90 siswanya belajar di sana bukan untuk menjadi barista tapi ingin menjadi pemilik kedai kopi.

Salah satu kopi yang paling digemari saat ini adalah es kopi susu. Kedainya pun menjamur dimana-mana.

"Satu dua sukses, semua bikin juga. Indonesia sebagai negara penghasil kopi. Mudah didapat kopinya dan harga terjangkau. Ini salah satu keuntungan kita dibanding negara lain yang susah menadapatkan kopi. Itulah yang membuat industri kopi terus berkembang," ujarnya di sela acara Jakarta Coffee Week 2019, di Jakarta.

Menurutnya, makin banyak kedai kopi yang justru diuntungkan adalah pelanggan. "Dia suka yang bagaimana, model kedai kopi bagus mewah atau yang sederhana," ujarnya.

Bagi para pengusaha kedai kopi, mereka harus siap menghadapi persaingan. Mereka harus jeli melihat pasar sedang tertarik dengan kopi yang seperti apa. Mereka juga harus bisa mengolah media sosialnya dengan baik. "Otomatis yang pasif tertinggal. Ada yang buka setahun dua tahun tutup, mungkin karena harga sewa dan lainnya," ungkapnya.

Nyaman di lidah

Ia menambahkan es kopi susu sudah ada dari jaman dulu. Mengapa sekarang menjadi tren? "Karena gara-gara ada coffee shop mengemas lagi kopi susu, dia mengemas simpel dan murah kaya pop ice. Kemudian ditaruh di chiller. Dipromosikan Rp 18 ribu. Katanya murah di Jakarta. Makanya booming banget. Yang lain ikut-ikutan bikin," ungkapnya.

Menurutnya, sebenarnya kopi itu memang tidak dicampur dengan bahan apapun. Baik itu gula, susu dan lainnya. Namun ini adalah tren. Dari segi bisnis pasar paling banyak adalah untuk kopi manis.

"Kita di industri kopi, kampanye kopi jangan dicampur, tidak bisa apa-apa. Mungkin berikutnya ada hal yang menarik bisa bergeser juga," ujarnya.

Es kopi susu, menurutnya, yang penting adalah produk yang nyaman di lidah. Karena kopinya dari varian apa tidak semuanya diketahui, begitu juga kualitas apalagi ketika kopi sudah bercampur dengan bahan lainnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA