Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Nonton Porno Sama dengan Selingkuh?

Sabtu 24 Aug 2019 10:10 WIB

Rep: M Riza Wahyu Pratama/ Red: Reiny Dwinanda

Pembatasan nama domain malah menyuburkan situs porno di internet.

Pembatasan nama domain malah menyuburkan situs porno di internet.

Foto: ap
Penelitian mengungkap 1 dari 8 orang anggap nonton porno sama dengan selingkuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menonton film porno menjadi sebuah hal tabu. Namun, hampir jutaan orang melakukannya setiap hari.

Sementara itu, Sebuah penelitian terbaru dari University of Central Florida mengungkap bahwa satu dari delapan orang dewasa berpikir menonton film porno adalah bentuk selingkuh. Dalam penelitian tersebut, 392 mahasiswa di Amerika Serikat (AS) ditanyakan soal perilaku preferensi seksual mereka, sebagaimana dilansir laman terbitan Inggris, Mirror, Jumat (23/8).

Secara spesifik, para peserta diminta untuk menilai pernyataan, "Saya akan menganggap, jika saya melihat gambar/video porno sebagai tindakan selingkuh pada pasangan." Pernyataan berikutnya adalah "Saya akan menganggap jika pasangan saya menonton gambar/video porno maka itu adalah tindakan menyelingkuhi saya."

Sebagian besar peserta (73 persen) menyatakan, menonton film porno bukanlah selingkuh. Sedangkan 14 persen tidak yakin dan 13 persen sisanya mengatakan bahwa hal itu adalah selingkuh.

Dalam penelusuran riset tersebut, peneliti menemukan karakter tentang orang yang menganggap menonton porno sebagai selingkuh. Mereka adalah orang berstatus lajang, bukan konsumen pornografi, anti terhadap pornografi, religius, dan memiliki kecenderungan cemburu.

Psikolog seksualitas, dr Justin Lehmiller, menulis tentang temuan tersebut di blog-nya. Justin mengatakan, terdapat beberapa tipe orang yang cenderung menganggap pornografi sebagai selingkuh. Hal itu berkaitan dengan pandangan mereka bahwa pornografi adalah tindakan negatif sebagai permulaan.

“Terlebih lagi, tampaknya mereka adalah kelompok yang lebih konservatif. Mereka merasa tidak aman dan rentan untuk cemburu," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA