Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Persiapan untuk Merintis Warung Kopi Kekinian

Sabtu 24 Aug 2019 07:40 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Kedai Kopi Dicari Mama berlokasi di samping pintu masuk stasiun MRT Haji Nawi, Jl Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4).

Kedai Kopi Dicari Mama berlokasi di samping pintu masuk stasiun MRT Haji Nawi, Jl Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4).

Foto: Republika/Nugroho Habibi
Untuk terjun ke bisnis warung kopi kekinian, investasi terbesar ada pada mesin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ingin membuka usaha kedai kopi? Ahli kopi Pambudi Prasetyo mengungkapkan, untuk membuka warung kopi tidak membutuhkan ruang yang luas.

Dengan ruangan berukuran 3x3 meter, menurut Pambudi, orang sudah bisa membuat ruangan yang nyaman. Berikutnya tinggal menyuguhkan kopi dan makanan sesuai selera masyarakat.

Baca Juga

Bagian penting lainnya adalah ketersediaan listrik yang memadai. Pambudi mengingat kan bahwa hampir semua mesin yang dipergunakan di warung kopi modern menggunakan listrik berkapasitas besar.

Lebih jauh, Bbarista asal Bali, Nyoman Suweca, mengatakan bahwa kedai kopi kekinian perlu menampilkan frame mural yang menarik dengan investasi lampu, meja, dan kursinya. Lantas, perlu sekitar empat jenis mesin untuk membuat kopi. Investasi awalnya berkisar antara Rp 100 juta-Rp 150 juta.

"Biasanya satu coffee shop minimal mempekerjakan empat sampai lima orang, termasuk barista dan pramusaji," tuturnya.

Menurut dia, investasi terbesar adalah pada mesin, seperti mesin giling kopi, mesin espresso, french press (alat penghilang ampas kopi), milk steamer, dan kulkas untuk menyimpan susu dan campuran bahan kopi lainnya (chest freezer). Harga satu jenis mesin tersebut sekitar Rp 35 juta-Rp 50 juta.

"Sementara itu, jenis kopi yang banyak disukai saat ini adalah jenis kopi premium atau specialty coffee, yakni jenis kopi khusus yang tumbuh di daerah tertentu," jelasnya.

Di bidang usaha kedai kopi, daya listrik setiap jenis mesin bervariasi antara 1.200 watt sampai 1.300 watt. Itu di luar daya boiler. Biasanya, setiap kedai memiliki minimal empat jenis mesin serta pendingin ruangan (AC).

"Sehingga untuk keperluan daya listrik beserta cadangan daya tersedia, mereka perlu menyediakan sekitar 10.000 watt," ujar Suweca.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA