Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

5 Hal yang Kacaukan Sajian Sehat Oatmeal

Rabu 21 Aug 2019 16:20 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Oatmeal bisa jadi pilihan karbohidrat sebelum berolahraga.

Oatmeal bisa jadi pilihan karbohidrat sebelum berolahraga.

Foto: Flickr
Oatmeal memang menyehatkan, tapi bahan pelengkap sajiannya kerap mengacaukan gizinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kaya akan serat, oatmeal terkenal sebagai salah satu makanan menyehatkan. Kemudahan mengolahnya serta rasanya yang mudah diterima lidah membuatnya kerap dijadikan bubur gandum untuk sarapan.

Sebagai pelengkap, orang biasanya menambahkan aneka topping. Kreasi saat menghidangkan oatmeal inilah yang terkadang membuat santapan sehat itu menjadi tidak begitu menyehatkan. Berikut ini adalah beberapa kesalahan dalam mengonsumsi oatmeal, seperti dilansir Women's Health.

Porsi terlalu besar

Karena dianggap menyehatkan, banyak orang yang mengonsumsi oatmeal dalam porsi besar. Oatmeal sebaiknya dikonsumsi sesuai porsi yang disarankan pada kemasan.

"Satu hal yang saya temui adalah orang-orang tidak memiliki rasio yang tepat," kata ahli gizi Dawn Jackson Blatner.

Menambahkan banyak gula

Mengingat oatmeal polos rasanya hambar, tak sedikit orang yang menambahkan bubur gandumnya dengan sesuatu yang manis, seperti gula cokelat hingga butiran cokelat. Rasanya tentu akan jadi lebih lezat, namun di saat yang sama oatmeal juga akan menjadi makanan yang tak menyehatkan.

Sebagai ganti bahan tambahan nan manis, ada beberapa alternatif yang bisa digunakan untuk menambah cita rasa oatmeal tanpa mengurangi nilai menyehatkannya. Sebagai contoh, kayu manis, bubuk kakao yang tidak diberikan pemanis, serta ekstrak vanili. Ketiganya dapat memberi rasa yang manis namun tidak terlalu bergula.

Menggunakan pemanis buatan

Agar tidak menambahkan gula pada oatmeal, sebagian orang beralih pada penggunaan pemanis buatan. Pemanis buatan dapat membuat seseorang menjadi lebih menginginkan konsumsi karbohidrat dan gila. Selain itu, pemanis buatan juga dapat mengurangi bakteri baik di dalam usus.

Sebagai gantinya, gunakan gula alami seperti sirup maple, kurma, ataupun madu bisa ditambahkan pada oatmeal. Alternatif lainnya adalah membuat sajian oatmeal yang gurih.

photo

Smoothies berisi yogurt, oatmeal, buah, dan sayur bisa jadi pilihan sarapan sehat.

Menambahkan terlalu banyak buah kering

Buah memang makanan yang menyehatkan. Akan tetapi, buah kering memiliki kandungan gula yang lebih terkonsentrasi. Beberapa buah kering bahkan disajikan dengan lapisan gula di bagian luarnya.

Oleh karena itu, buah kering tidak boleh terlalu banyak ditambahkan pada oatmeal. Sebagai alternatifnya, gunakan buah segar atau buah beku untuk melengkapi sajian bubur gandum.

Membeli dari restoran cepat saji

Beberapa restoran mungkin menyajikan menu oatmeal karena mudah disajikan dan memiliki reputasi 'menyehatkan'. Mereka mungkin akan menyajikan oatmeal dengan tambahan bahan-bahan makanan lain yang terlalu berlebih sehingga memiliki total kandungan kalori yang tinggi. Sebelum memesan oatmeal dari restoran, perhatikan dengan saksama bahan-bahan yang ditambahkan ke dalam oatmeal.

Menggunakan oatmeal instan dan berperisa

Sebagian besar oatmeal instan memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Selain itu, cukup banyak orang yang memilih varian oatmeal berperisa dibandingkan yang polos. Padahal, jenis oatmeal instan yang berperisa justru memiliki kandungan gula tinggi.

"Bila ingin yang instan, pilih varian yang polos," ujar Blatner.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA