Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Italia Larang Turis Duduk di Tangga Spanyol yang Ikonik

Rabu 21 Aug 2019 10:25 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Tangga Spanyol.

Tangga Spanyol.

Foto: Pixabay
Turis bisa didenda hingga 450 dolar AS jika kedapatan duduk di Tangga Spanyol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- The Spanish Steps atau Tangga Spanyol selalu memberikan tempat istirahat dan ikonik bagi pengunjung Roma. Tapi sekarang mengambil waktu sejenak untuk duduk di tangga tersebut dinyatakan ilegal.

Associated Press melaporkan bahwa petugas polisi yang mengenakan rompi kuning sudah menerapkan aturan baru melarang orang duduk di Tangga Spanyol. Sebagai bagian dari peraturan baru, orang yang tertangkap duduk, makan, atau minum di tangga dapat menghadapi denda hingga 400 euro atau sekitar 450 dolar AS.

Turis Italia Tommaso Galletta mengatakan bahwa ia tidak setuju dengan larangan duduk. “Monumen ini sangat indah. Ada seorang anak duduk yang lelah, duduk bersama ayahnya beberapa menit yang lalu, dan petugas lalu lintas meminta mereka untuk berdiri,” katanya.

Pengunjung lain menemukan aturan baru ini perintah yang mudah diikuti. “Jika kita harus mengikuti peraturan, kita harus mengikutinya. Kami tidak punya masalah dengan itu,” kata Jurgen Meier, seorang turis Jerman.

Tangga Spanyol dibangun pada 1720-an untuk menghubungkan gereja Trinità dei Monti di atas dengan alun-alun di bawah ini. Sebanyak 137 langkah menjadi tempat pertemuan bagi para seniman, pelukis, dan penyair sebelum berkembang menjadi situs yang dipuja oleh wisatawan dari seluruh dunia.  

Situs yang baru saja direnovasi ini adalah salah satu tujuan utama kota. Wisatawan datang dari seluruh dunia untuk menaiki tangga dan melihat-lihat Fontana della Barcaccia di bawah.

Simone Amorico, CEO perusahaan wisata Italia Access Italy, mengatakan bahwa duduk di tangga bukanlah tradisi di kalangan orang Romawi. "Orang Italia tidak melakukan itu. Saya tidak pernah nongkrong di Tangga Spanyol. Teman-teman saya tidak pernah nongkrong di sana. Kami sangat menghormati kota kami. Kami tidak berdiri di dinding kuno, atau memasang kunci di salah satu jembatan.”

Tempat ini bukan satu-satunya lokasi Romawi dengan aturan baru. Tata cara yang melarang duduk, makan, dan minum juga berlaku untuk Trevi Fountain dan situs kota populer lainnya.

Aturan dibuat untuk mengendalikan perilaku wisatawan yang tidak disukai meniru tindakan yang telah terjadi di Florence. Di sana makan di tangga gereja dilarang. Sedang di Venesia, naik gondola telanjang dada merupakan pelanggaran.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA