Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Baby Walker Bisa Sebabkan Kaki Datar

Rabu 21 Aug 2019 08:13 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Membantu anak belajar anak dengan menuntunnya lebih baik dari penggunaan baby walker.

Membantu anak belajar anak dengan menuntunnya lebih baik dari penggunaan baby walker.

Foto: Pixabay
Baby walker membuat anak berdiri tidak simetris saat menapak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki kaki datar. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah penggunaan baby walker pada bayi.

Baca Juga

"Baby walker ini sering membuat anak berdiri dengan tidak simetris dalam menapaknya," ujar Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp. KFR dalam acara perilisan sepatu sehat SHR, Rabu (14/8).

Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi ini menjelaskan, ketika anak belum bisa berdiri dengan tegak dan sudah diberi baby walker ini akan membuatnya tidak seimbang. Anak akan berdiri tidak menapak dan alat bantu itu bisa memperparah tarikan tidak simetris yang terjadi.

Ketika kondisi ini terus terjadi, kaki anak pun lama-lama akan datar dan membuat keseimbangan menjadi buruk. Dr Syarief menyarankan, lebih baik ketika ingin mengajarkan anak berdiri dan berjalan dengan cara konvensional, yaitu memegangi anak secara langsung.

Saat ingin menggunakan baby walker pastikan anak telah bisa menapakkan kaki dengan benar di atas tanah. Hal tersebut terjadi biasanya ketika anak sudah berusia sembilan hingga 10 bulan.

Selain masalah penggunaan baby walker, penyebab seorang memilki kaki datar adalah penggunaan sepatu yang salah. Sering kali sepatu lebih sempit di bagian depan, kondisi ini membuat tekanan pada bagian belakang, sehingga membuat kaki semakin datar.

Di samping faktor fisiologis, kaki datar pun terjadi karena fase embriologi yang membentuk tidak sempurna. Kondisi ini membuat kondisi menjadi lebih pendek dan kaki tidak membentuk lengkungan di telapaknya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA