Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Kerang Bisa Minimalkan Pencemaran Limbah dalam Air

Senin 19 Aug 2019 05:37 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah pekerja saat mengupas kerang di kawasan Muara Angke, Jakarta, Kamis (24/1).

Sejumlah pekerja saat mengupas kerang di kawasan Muara Angke, Jakarta, Kamis (24/1).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Kerang bisa menyaring hingga 25 liter air sehari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bagi pecinta seafood, olahan kerang tentu menggoda dan nikmat untuk disantap. Namun tahukah Anda jika kerang dapat membantu mengatasi pencemaran limbah dalam air? Ya, kerang mengandung zat yang meminimalisir kontaminasi limbah diperairan karena ia menyerap fitoplankton, mikroplastik, pestisida dan polutan lainnya.

"Suatu hari kerang mungkin akan dimanfaatkan untuk membersihkan air. Ini adalah filter super di dunia laut dan bisa menyaring hingga 25 liter air sehari," kata Ahli Biologi Kelautan Leila Meistertzheim, dilansir Malay Mail, Ahad (18/8).

Menurut Meistertzheim, ketika kerang memompa dan menyaring air melalui insang mereka, ia juga sekaligus menyimpan semua hal yang ada di air. Alasan itu pulalah yang membuat sebagian ahli tidak terlalu menyarankan kerang dikonsumsi oleh manusia.

Meistertzheim mengepalai sebuah penelitian untuk Tara Ocean Foundation di Prancis menggunakan kerang untuk mengukur kebersihan muara sungai Thames, Elba dan sungai Seine. Kerang ditempatkan di perangkap ikan, juga masukkan ke perairan selama satu bulan sebelum para peneliti membedah mereka untuk melihat kandungan bahan kimia apa saja yang terdapat di perairan tersebut.

"Di beberapa tempat, kerang digunakan untuk membersihkan lautan pestisida, misalnya," catat Meistertzheim.

Meski kerang banyak menyerap zat berbahaya di perairan, masih ada kerang yang bisa dikonsumsi. Richard Luthy, seorang insinyur lingkungan dari California's Stanford University mengatakan, kerang yang hidup di saluran air yang dipengaruhi oleh eutrofikasi (sering ditandai dengan alga yang berlimpah) layak dikonsumsi manusia.

Lalu bagaimana dengan potensi mikroplastik dalam kerang? Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Pollution menyebutkan bahwa berdasarkan sampel dari garis pantai dan supermarket Inggris, diperkirakan setiap 100 gram (3,5 ons) kerang berisi 70 potongan kecil plastik.

Namun Meistertzheim menilai tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan data itu. "Aku memakannya. Sepiring kerang belum tentu lebih buruk dari daging hamburger organik yang dibungkus plastik," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA