Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Cara Rokok Tingkatkan Risiko Kanker Kolorektal

Jumat 16 Aug 2019 05:24 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Larangan merokok

Larangan merokok

Foto: EPA
Jangan sembarangan merokok karena bisa mempengaruhi orang lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebiasaan merokok mungkin tampak tidak berhubungan dengan kondisi kesehatan saluran pencernaan. Padahal, kebiasaan merokok dan paparan asap rokok merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal.

"Jangan dikira korelasinya (antara rokok dan risiko kanker kolorektal) tidak ada," terang spesialis bedah konsultan bedah digestif dari FKUI/RSCM Dr dr Toar JM Lalisang SpB KBD dalam diskusi kesehatan support group kanker bersama Cancer Information and Support Center (CISC) di RSCM, Jakarta.

Toar menjelaskan bahwa ada ribuan zat kimia di dalam rokok yang sebagian di antaranya bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker. Ketika asap rokok masuk ke dalam tubuh, Toar mengatakan bukan hanya organ paru-paru saja yang bisa terpapar zat-zat kimia dari asap rokok. Zat-zat kimia ini juga dapat terserap ke pembuluh darah.

"Itu yang membuat jalurnya (untuk memicu masalah kesehatan) jadi lebih banyak," tambah Toar.

Di sisi lain, seseorang yang merokok sebenarnya bukan hanya menghirup asap rokok saja. Perokok maupun orang yang terpapar asap rokok bisa tanpa sadar menelan asap rokok masuk ke dalam saluran pencernaan. Kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko kanker kolorektal di kemudian hari.

Oleh karena itu, kebiasaan merokok perlu dikurangi atau dihindari. Menjauhi kebiasaan merokok tak hanya dapat memberi manfaat bagi perokok tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Hal ini penting untuk diperhatikan karena perokok pasif juga berisiko terhadap kanker.

Sekalipun tetap ingin merokok, Toar menyarankan perokok untuk lebih memperhatikan tempat saat merokok. Toar menyarankan agar perokok tidak merokok di sembarang tempat.

"Jangan sembarangan (merokok) karena itu dia mempengaruhi orang lain," tutur Toar.

Kanker kolorektal merupakan kanker yang terjadi di area kolon atau usus besar dan juga rektum. Kanker kolorektal juga menjadi kanker terbanyak ketiga pada laki-laki maupun perempuan. Kanker kolorektal juga menjadi penyebab kematian akibat kanker terbanyak kedua di dunia.

Selain rokok, ada beberapa faktor risiko lain dari kanker kolorektal yang perlu dikelola atau dihindari. Beberapa faktor risiko kanker kolorektal lain adalah riwayat kanker di keluarga, kurang melakukan kegaitan fisik, mengonsumsi diet tinggi lemak atau rendah serat, serta mengonsumsi alkohol.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA