Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Lima Cara Emas Mendisiplinkan Anak Sejak Dini (1)

Kamis 15 Agu 2019 14:15 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Christiyaningsih

Ibu dengan anaknya/ilustrasi.

Ibu dengan anaknya/ilustrasi.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Ada beberapa aturan 'emas' agar orang tua lebih mudah mendisipllinkan anak sejak dini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sikap tantrum yang kerap ditunjukkan oleh anak khususnya balita sering kali membuat orang tua sakit kepala. Perilaku anak yang kurang baik sebenarnya dapat diminimalisir dengan cara menanamkan kedisiplinan pada anak sejak dini.

Baca Juga

Sebenarnya, tak ada cara baku bagi orang tua untuk bisa membesarkan anak dengan baik. Akan tetapi ada beberapa aturan 'emas' yang dapat dijadikan pegangan bagi orang tua jika ingin mengajarkan kedisiplinan pada anak-anak. Dilansir Young Parents, berikut lima cara mendisiplinkan anak sejak dini.

1. Tidak ada anak yang buruk

Ahli tumbuh kembang anak mengungkapkan bahwa anak kecil belum mampu secara kognitif untuk menjadi pribadi yang bersikap negatif. Akan tetapi, bayi dan anak kecil dapat menunjukkan sikap atau perilaku yang kurang baik karena alasan lain.

"Bayi dan anak kecil biasanya tidak berperilaku buruk apabila orang dewasa memahami mereka dan mampu memenuhi kebutuhan mereka," jelas pakar pendidikan anak usia dini Patricia Koh.

Perilaku buruk yang ditunjukkan anak kecil justru lebih dipengaruhi oleh sikap orang tua. Sebagai contoh adalah sikap orang tua yang tidak sabar dan tidak berdasar pada anak-anak. "Anak Anda juga mungkin salah memahami ekspektasi Anda dan karenanya ia tidak berperilaku dengan baik," terang Koh.

2. Ingat usia anak masih sangat muda

Orang tua perlu lebih realistis dalam menghadapi dan memenuhi kebutuhan anak. Sebagai contoh, orang tua tidak bisa berharap anak berumur dua tahun dapat duduk tenang ketika menghadiri upacara pernikahan atau ketika menghadiri acara ibadah dalam waktu yang cukup lama.

Seperti halnya orang dewasa, bayi dan anak kecil akan bereaksi jika merasakan perasaan yang intens seperti lelah, lapar, bosan, maupun merasa tidak sehat. Karena itu, jika orang tua harus beraktivitas di waktu yang dekat dnegan jam makan anak, pastikan orang tua membawa cukup makanan agar anak tidak merasa lapar dan rewel saat orang tua beraktivitas.

"Hindari menjadwalkan aktivitas yang terlalu banyak dalam satu waktu atau jadwal aktivitas yang mengganggu waktu tidur siang," terang ahli parenting dari Focus on the Family Singapore, Sarah Chua.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA