Senin, 18 Zulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019

Senin, 18 Zulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019

Kebiasaan yang Terlihat Sehat Namun Dongkrak Berat Badan

Rabu 14 Agu 2019 14:27 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Olahraga tanpa jeda justru meningkatkan rasa lapar. (ilustrasi)

Olahraga tanpa jeda justru meningkatkan rasa lapar. (ilustrasi)

Foto: Independent
Beberapa kebiasaan yang nampaknya sehat rupanya justru bisa menambah berat badan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa kebiasaan yang nampaknya sehat rupanya justru bisa menambah berat badan. Dikutip dari Body and Soul, sebaiknya pertimbangkan kebiasaan berikut demi membuat tubuh tetap sehat dan berat badan tetap terjaga.

Baca Juga

1. Pemanis

Bukan rahasia lagi mengonsumsi gula dapat meningkatkan berat badan. Hanya saja, kesenangan mengonsumsi pemanis ini memang sulit dilepaskan karena memberikan rasa bahagia.

Ilmuwan di Rumah Sakit Umum Massachusetts menemukan pemanis minuman atau aspartam sebenarnya meningkatkan risiko penambahan berat badan. Menurut laporan yang diterbitkan secara daring di Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism, ini karena produk pemecahan gula atau fenilalanin mengganggu laju metabolisme dan akibatnya meningkatkan kemungkinan kenaikan berat badan.

Studi lain mengungkapkan minum dua atau lebih minuman manis buatan sehari meningkatkan risiko kematian anak muda akibat strok dan serangan jantung. Untuk itu, mengurangi jumlah konsumsi gula tambahan sebaiknya mulai dilakukan agar kesehatan tubuh lebih baik.

2. Latihan konstan

Berolahraga setiap hari pasti membuat Anda kehilangan berat badan dan ini anggapan yang salah. Para ahli mengatakan untuk melihat manfaat berolahraga sebenarnya perlu istirahat yang cukup.

Penting untuk memberi tubuh waktu untuk pulih di antara sesi latihan yang sedang dilakukan. Terus berolahraga tanpa masa rehat akan mendorong diri sendiri meningkatkan risiko cedera dan menyebabkan masalah bagi kemajuan jangka panjang.

"Pelatihan berlebihan sangat umum, baik dalam olahraga maupun di pusat kebugaran. Mereka sekarang menunjukkan kurangnya istirahat dan pemulihan adalah mengapa banyak pemain premiership mengalami cedera," ujar pemilik di No1 Fitness  Harry Thomas.

Menimbang pentingnya istirahat dalam berolahraga, menu latihan bagi profesional pun mulai berubah. Menurut Thomas, saat ini banyak tim dalam beberapa tahun terakhir telah memperkenalkan sesi pemulihan penuh ke dalam program latihan.

Jeda berolahraga bukan hanya menghindari cedera, namun juga akumulasi lemak. Semuanya bergantung pada produksi kortisol atau hormon stres. Pendiri Salus London Laurence Fountain ini menyatakan, dia berspesialisasi dalam transformasi tubuh dengan cara menyeimbangkan kembali stres.

"Kortisol akan mengganggu efek hormon yang berbeda. Pertama, itu akan mengganggu tiroid Anda, artinya akan sangat sulit untuk membakar lemak ketika kortisol Anda tinggi. Bahkan, Anda akan lebih cenderung membakar otot," ujar Fountain.

Fountain juga menjelaskan terlalu banyak kortisol juga dapat menyebabkan stimulasi berlebihan pada otak selama tidur yang menyebabkan peningkatan ghrelin atau hormon rasa lapar. Kondisi ini akan membuat seseorang tidak bisa mengendalikan nafsu makan dan menjauhi gula sederhana dan makanan berlemak tinggi.

"Dan ketika ghrelin tinggi, leptin akan menjadi rendah sehingga itu akan menghentikanmu dari merasa puas," ujar Fountain.

3. Makan siang sehat

Menikmati salad atau smoothie saat istirahat makan siang mungkin tampak sebagai pilihan yang tepat. Namun, tidak semua opsi yang terlihat sehat seperti kelihatannya memang memberikan efek tersebut.

Sering kali beberapa makanan yang terlihat sehat itu mengandung bahan-bahan tersembunyi yang tidak dibutuhkan tubuh. Lebih buruk lagi, para ilmuwan mengatakan makanan itu bisa membuat seseorang merasa lebih lapar dan mencari makanan tambahan untuk mengisi kekosongan.

Sebuah penelitian di Yale University menemukan hidangan yang dianggap sehat oleh otak dapat melepaskan lebih banyak hormon ghrelin kelaparan. Hal ini dapat meningkatkan nafsu makan dan memperlambat metabolisme.

4. Terlalu banyak tidur

Banyak penelitian yang menekankan pentingnya mendapatkan tidur malam yang baik. Cukup istirahat di waktu malam hari dapat mendukung kesehatan usus, meningkatkan kekebalan tubuh, dan meningkatkan kesehatan mental.

Tapi para peneliti di Wake Forest University School of Medicine mengatakan terlalu banyak tidur justru memiliki efek yang tidak baik. Tidur selama lebih dari delapan jam semalam dapat membuat lebih cenderung untuk menambah lemak perut.

Kelebihan lemak di sekitar perut dikaitkan dengan gejala diabetes dan penyakit jantung. Mereka mengatakan jumlah optimal tidur yang dituju adalah antara enam dan delapan jam semalam.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA